Demokrat Ingatkan Jokowi Soal Pernyataan Siap Tempur Relawan

Ade Rosman
29 November 2022, 18:07
Demokrat
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.
Presiden Joko Widodo menyapa relawan saat menghadiri acara Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando Untuk Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (26/11/2022).

Deputi Badan Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menilai pernyataan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramdhani perihal tempur dengan lawan Jokowi berbahaya. Pernyataan itu dinilai bisa menyesatkan presiden.

"Pernyataan ini juga berbahaya dan ingin menyesatkan Pak Jokowi untuk menjadikan hukum sebagai alat gebuk bagi oposisi atau pihak-pihak yang berbeda pandangan," kata Kamhar dalam keterangan tertulis, Selasa (29/11).

Menurut Kamhar, pernyataan Benny provokatif dan penuh kebencian. Pernyataan itu juga dinilai tidak tepat dan bisa memecah belah bangsa. 

"Pernyataan Benny Ramdhani ini provokatif dan penuh kebencian, yang menempatkan saudara sebangsa secara vis a vis atau berhadap-hadapan sebagai aku dan mereka pada relasi yang penuh kebencian dan permusuhan," kata Kamhar lagi. 

Sebelumnya, viral sebuah video yang menunjukkan percakapan antara Benny dengan Jokowi di tengah agenda relawan Jokowi bertajuk 'Nusantara Bersatu', di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (26/11) lalu. Dalam video tersebut, Benny menyatakan pihaknya gemas ingin melawan pihak rival Jokowi.

"Kami gemas ingin melawan mereka. Kalau mau tempur lapangan kami lebih banyak. Nah, kalau bapak gak mengizinkan kami tempur di lapangan melawan mereka, maka penegakan hukum yang harus," kata Benny kepada Jokowi dalam video tersebut.

Lebih jauh, dalam video tersebut, Benny mencontohkan pihak-pihak yang menyerang pemerintah. Ia mencontohkan pihak-pihak tersebut yaitu pihak yang mengadu domba, menghasut, serta menyebarkan kebencian.

Reporter: Ade Rosman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait