Sidang Ferdy Sambo Cs Hadirkan Saksi Ahli, Ungkap Kematian Brigadir J

Bharada E akan dihadirkan secara daring dalam sidang pembunuhan brigadir J dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ahli.
Ade Rosman
14 Desember 2022, 09:19
Brigadir J
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.
Terdakwa Putri Candrawathi (kiri) berdiskusi dengan kuasa hukumnya saat mengikuti sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (13/12/2022). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan kesaksian tiga orang saksi yakni Richard Eliezer, Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf.

Sidang pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J memasuki babak baru. Hari ini, Rabu (14/12), saksi ahli akan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk memberikan keterangan dalam sidang Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer, Ricly Rizal, serta Kuat Ma'ruf.

Sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso saat sidang Sambo dan Putri di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (13/12), menyatakan para terdakwa akan dihadirkan secara langsung di ruang sidang utama. Satu-satunya terdakwa yang hadir secara virtual adalah Richard,. Bharada E akan dihadirkan melalui sambungan Zoom.

"Jadi Penasihat Hukum kelima terdakwa akan duduk di sini dan untuk terdakwa Richard, kita akan pisahkan dia akan ikuti Zoom di ruang APM (Akreditasi Penjamin Mutu) di atas," kata Hakim Wahyu, Selasa (13/12).

 Adapun, lima saksi ahli yang akan dihadirkan yaitu Febrianti Ar-Rosyid sebagai hli dari Pusat Laboraturium Forensik/Puslabfor, Sirajul Umam sebagai ahli biologi forensik, dan Fira Sania sebagai ahli DNA. Ada juga Arif Sumirat selalu hli balistik dan Heri Priyanto selalu ahli digital forensik.

Lebih jauh, hakim Wahyu mengatakan, sidang kelima terdakwa tersebut akan digabung dan dilaksanakan secara maraton. Selain itu, penasihat hukum dari para terdakwa juga dipersilakan untuk menghadirkan ahli dan saksi yang meringankan.

“Mulai besok Rabu (14/12) dan di hari Kamis (15/12), kami akan beri kesempatan kepada penasihat hukum untuk hadirkan ahli yang meringankan,” kata hakim.

Pada perkara tersebut, kelimanya didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J di rumah dinas Sambo, kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, (8/7) lalu.

Kelimanya didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 56 ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun.

Selain itu, bekas Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo, juga didakwa terlibat perintangan penyidikan atau obstruction of justice dalam pengusutan perkara tersebut.

Oleh karena itu, ia pun dijerat dengan Pasal 49 juncto Pasal 33 subsider Pasal 48 Ayat (1) juncto Pasal 32 Ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 Ayat (1) ke 2 juncto Pasal 55 KUHP.

Reporter: Ade Rosman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait