SKK Migas Bidik Kenaikan Produksi LNG pada 2023, Target Ekspor Tetap

Muhamad Fajar Riyandanu
18 Januari 2023, 20:38
SKK Migas
Katadata / Trion Julianto
Kunjungan SKK Migas ke Tempat Pemisahan Minyak CGS PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Duri, Riau (31/12/2022).

SKK Migas menetapkan produksi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) dapat menyentuh kisaran 204-206 kargo pada 2023. Target ini lebih tinggi 5,1% dari torehan produksi LNG tahun lalu sejumlah 196 kargo.

Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, Kurnia Chairi, mengatakan produksi LNG tahun ini akan datang dari dua kilang.  Penambahan akan diutamakan berasal dari Kilang Bontang milik PT Pertamina yang terletak di Kalimantan Timur serta Kilang Tangguh milik BP di Teluk Bintuni, Papua Barat. 

“Tahun 2023 ini sekitar ada 204 sampai 206 kargo LNG. Dari Bontang 81 kargo sedangkan dari Tangguh 124 sampai 126 kargo," kata Kurnia saat konferensi pers di Kantor SKK Migas Jakarta Rabu (18/1).

Dari besaran produksi tahun ini, Kurnia memproyeksikan jumlah LNG yang akan diekspor mencapai 140,3 kargo. Nilai ini mendekati angka ekspor pada tahun sebelumnya. Sedangkan sisa kargo diperuntukan untuk keperluan domestik. 

"Besaran ekspor LNG kurang lebih sama dengan realisasi tahun 2022. Tapi dari arah kebijakan, kami utamakan domestik," ujar Kurnia lagi.

Adapun pada 2022, SKK Migas telah menyiapkan sebanyak 58 kargo LNG yang ditujukan untuk kebutuhan domestik PLN. Suplai LNG terdiri dari 13 kargo yang berasal dari Kilang LNG Bontang dan 45 kargo berasal dari Kilang LNG Tangguh.

SKK Migas juga mencatat masih ada 8 hingga 9 sisa kargo (LNG) yang belum terkontrak atau uncommitted cargo hingga akhir tahun 2022. Sejauh ini SKK Migas masih mencari konsumen untuk menjual uncommitted cargo ke pasar bebas atau spot. 

Jumlah uncommitted cargo tersebut, belum termasuk potensi tambahan pasokan gas dari Tangguh Train 3 yang akan melakukan proses decommissioning pada awal 2023. Sedangkan sisa LNG uncommitted cargo tahun lalu bakal diserap oleh Pabrik Pupuk Iskandar Muda-1 (PIM-1) yang baru saja direaktivasi. 

Selanjutnya untuk produksi tahun ini, PMI-1 disebut siap untuk menyerap sebanyak 5 kargo dari 9 kargo uncommitted cargo LNG. Berdasarkan neraca gas Indonesia tahun 2023, kebutuhan volume pasokan gas PIM-1 sekitar 55 MMSCFD.

 

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait