IHSG Diprediksi Terkonsolidasi, Berikut Rekomendasi Saham Analis

IHSG hari ini berpotensi terkonsolidasi
 Zahwa Madjid
17 Oktober 2022, 07:04
IHSG rekomendasi saham
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Karyawan melihat pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (10/8/2022). IHSG ditutup melemah pada level 7.086,24 dimana nilai tersebut turun 16,64 poin atau 0,23 persen dari penutupan perdagangan sebelumnya, yakni 7.102,88 poin.

Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan berpotensi terkonsolidasi pada perdagangan hari ini, Senin (17/10). Analis melihat potensi IHSG naik dalam jangka menengah hingga panjang masih terlihat. Dengan begitu, para investor dapat memanfaatkan  momentum tekanan untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham - saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi

CEO Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Surya mengatakan gelombang tekanan dalam pola gerak IHSG terlihat masih cukup besar. Hal ini disertai oleh masih tercatatnya gelombang capital outflow yang terjadi selama sepekan lalu serta terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah.

“Jelang rilis data perekonomian neraca perdagangan pada hari ini yang disinyalir masih berada dalam kondisi stabil akan turut mewarnai pergerakan IHSG. Potensi naik dalam jangka menengah hingga panjang masih terlihat,” ujar William dalam risetnya Minggu malam (16/10).

 Lebih jauh ia mengatakan, momentum tekanan masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian untuk saham yang memiliki fundamental kuat dan likuiditas tinggi. Untuk perdagangan hari ini, William merekomendasikan saham-saham berikut:

Advertisement
  • PT Bank Central Asia (BBCA)
  • PT Astra International (ASII)
  • PT Indofood Sukses Makmur (INDF)
  • PT Jasa Marga  (JSMR)
  • PT AKR Corporindo (AKRA)
  • PT Summarecon Agung (SMRA)
  • PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG)
  • PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (LSIP)

Sementara itu, Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memprediksi level support IHSG hari ini berada di 6734, 6679 dan 6600. Sedangkan untuk level resistance berada di 6950, 7000 dan 7075.

Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Saat menyentuh support, harga umumnya akan kembali naik karena peningkatan pembelian.

Sedangkan resistance merupakan tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya akan ada aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga tertahan.

Ivan juga merekomendasikan saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) untuk speculative buy pada rentang harga 4.100-4.160 dengan target harga terdekat di 4.300. Sedangkan Bank Mandiri direkomendasikan untuk hold selama harga masih di atas 9.300.

Selanjutnya, Charoen Pokphand Indonesia direkomendasikan accumulative buy pada rentang harga 5.100-5.200 dengan target harga terdekat di 5.600.

Reporter: Zahwa Madjid
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait