Sukseskan Presiden G20, Sri Mulyani Sudah Rogoh Kocek Rp552 Miliar

Abdul Azis Said
17 Oktober 2022, 11:32
KTT G20 Bali
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym.
Wisatawan melintas di dekat poster State-owned Enterprises (SOE) International Conference di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Minggu (16/10/2022). Kementerian BUMN menggelar SOE International Conference pada 17-18 Oktober 2022 dengan tema "Driving Sustainable & Inclusive Growth" yaitu merupakan salah satu dari agenda Road to G20 dari Trade, Industry and Investment Working Group (TIIWG).

Kementerian Keuangan telah menggelontorkan sejumlah dana untuk mendukung presidensi Indonesia di G20. Mengutip instagram resmi Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan, hingga 12 Oktober 2022 pemerintah telah merealisasikan anggaran senilai Rp 552,3 miliar. 

"Peruntukan anggaran secara ringkas antara lain, persiapan penyelenggaraan acara inti dan road to G20 Indonesia 2022, penyusunan dan implementasi kerja sama multilateral, pengamanan acara serta sosialisasi dan promosi media," demikian dikutip dari unggahan tersebut, Senin (17/10).

Masih mengutip unggahan Ditjen Anggaran, pada 2021 lalu anggaran yang terpakai untuk G20 senilai Rp8,1 miliar. Realisasi ini relatif kecil karena pemerintah baru menerima estafet Presidensi G20 dari Italia mulai awal Desember. Pertemuan pertama digelar pada pertengahan Desember. 

Sementara, realisasi anggaran tahun ini sudah mencapai Rp 544,2 miliar. Total belanja ini sebesar 81,6% dari pagu yang disediakan sebesar Rp 666,7 miliar. Anggaran tersebar di beberapa Kementerian dan Lembaga (K/L), mulai dari Kementerian Luar Negeri hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Meski menelan anggaran jumbo, pemerintah dalam keterangan tahun lalu berulang kali memastikan bahwa acara ini akan memberi banyak keuntungan bagi Indonesia. Presidensi G20 Indonesia akan menggelar rangkaian acara selain puncaknya pada bulan depan KTT di Bali. Rangkaian acara G20 yang ramai ini bisa mendongkrak perekonomian.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya tahun lalu menyebut, Presidensi Indonesia di G20 akan mendatangkan tiga manfaat utama yakni, ekonomi, pembangunan sosial dan politik. Khusus dari sisi ekonomi, acara ini diproyeksi menyetor tambahan Rp7,47 triliun ke nilai Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2022. Secara khusus, agenda ini juga akan meningkatkan konsumsi  dalam negeri hingga Rp1,7 triliun. 

Berbagai rangkaian acara juga akan menyerap tambahan 33 ribu tenaga kerja baru. Di samping itu, Indonesia juga bisa makin dilirik oleh asing dalam hal investasi.

Reporter: Abdul Azis Said

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...