Adhi Karya (ADHI) Raih Kontrak Baru, Kantongi Rp 19,1 Triliun

Perolehan kontrak baru Adhi Karya didominasi oleh lini bisnis engineering dan konstruksi mencapai 90%.
 Zahwa Madjid
24 November 2022, 08:12
Adhi Karya
ANTARA FOTO/ Reno Esnir/hp.
Suasana pengerjaan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Jalan Rasuna Said, Jakarta, Sabtu (1/5/2021). PT Adhi Karya (Persero) Tbk. menyatakan akan memprioritaskan pengerjaan proyek infrastruktur berlabel proyek strategis nasional (PSN) dan LRT Jabodebek ditargetkan beroperasi pada Juli 2022.

Emiten konstruksi BUMN Karya PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) memperoleh kontrak baru sebesar Rp 19,1 triliun sampai dengan Oktober 2022. Pendapatan tersebut  naik sebesar 51% dibandingkan perolehan kontrak baru pada periode yang sama di tahun 2021 sebesar Rp12,7 triliun. 

Kontrak baru yang didapatkan oleh ADHI pada Oktober lalu di antaranya, sistem pengelolaan air limbah domestik yang berpusat di Kota Banda Aceh dan plant road and drainage di Karawang, Jawa Barat. Sedangkan kontribusi perolehan kontrak baru hingga Oktober 2022 didapatkan dari lini bisnis engineering dan konstruksi mendominasi sebesar 90%. 

Pada lini bisnis properti pendapatan hanya mencapai 9%, Sedangkan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Berdasarkan tipe pekerjaan yang diperoleh Adhi Karya adalah jenis proyek jalan dan jembatan sebesar 26%, proyek gedung 30%, dan proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalur kereta api, dan proyek energi, serta proyek lainnya sekitar 44%.

Direktur Utama ADHI, Entus Asnawi, mengatakan ADHI berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru Adhi Karya yang bersumber dari pemerintah sebesar 39%. Sedangkan, sumber dari BUMN dan BUMD sebesar 11%, dan proyek kepemilikan swasta atau lainnya seperti proyek investasi sebesar 50%. Perusahaan akan terus meningkatkan performa perusahaan di tengah situasi industri pada saat ini.

Advertisement

“Kami terus berupaya agar kontrak ADHI terus tumbuh sampai akhir tahun, dan beberapa rencana telah dijalankan untuk mencapai target ADHI di tahun 2022,” ujar Entus dalam keterangan resminya, Rabu (23/11).

Sebagai tambahan informasi, pada Oktober lalu Adhi Karya Menerima setoran modal dari pemerintah secara penuh sebesar Rp 1,97 triliun pada 28 Oktober 2022. Setoran modal ini merupakan bagian dari proses penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. 

Reporter: Zahwa Madjid
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait