Dampak Biodiesel Bagi Mesin Kendaraan

Pada perkembangannya muncul beberapa keluhan dari konsumen terkait efeknya bagi mesin.
Image title
Oleh Alfons Yoshio - Tim Riset dan Publikasi
7 April 2021, 15:42

Implementasi mandatori B30 di Indonesia awal Januari 2020 disebut-sebut dapat menghemat devisa dan juga lebih ramah lingkungan. Namun, pada perkembangannya muncul beberapa keluhan dari konsumen terkait efeknya bagi mesin.

Menanggapi hal tersebut, Balitbang Kementerian ESDM menjabarkan pengujian yang dilakukan. Hasilnya, memang terdapat penurunan tenaga dan konsumsi bahan bakar hingga 0,87 persen. Namun, pada pengujian terhadap mobil besar seperti truk di atas 3,5 ton malah menunjukkan adanya peningkatan daya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Ahli Bioenergi Indonesia (IKABI) Tatang Herna Soerawidjaja menjelaskan bahan bakar nabati ini bisa menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna sehingga emisi yang dihasilkan cenderung lebih bersih. Namun, biodiesel yang bersifat biodegradable dapat mengalami kerusakan akibat mikroba jika disimpan lebih dari 3 bulan di dalam tangki.

Catatan lain yang menjadi keluhan pemilik kendaraan adalah umur filter bahan bakar kendaraan yang lebih pendek, sekitar 5.000 km lebih awal dari yang seharusnya. Oleh sebab itu Balitbang Kementerian ESDM menganjurkan dilakukannya pergantian filter bahan bakar saat pertama kali transisi dari solar murni ke biodiesel. Untuk kemudian perawatan yang dilakukan cenderung sama dengan sebelumnya.

Selain itu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), juga menyatakan anggotanya telah menyesuaikan spesifikasi pada kendaraan yang baru diproduksi. Sementara pada kendaraan lama, Gaikindo menyatakan para agen pemegang merek (APM) telah menyiapkan retrofit kit atau komponen penyesuai untuk kendaraan bermesin diesel model lama (tanki bahan bakar, pipa bahan bakar, filter bahan bakar, dll).

Terakhir, terkait keluhan gangguan mesin yang susah dinyalakan karena terbentuknya gel di tangki mobil akibat menggunakan biodiesel di udara dingin, pengujian khusus juga sudah dilakukan oleh Kementerian ESDM. Hasil pengujian menunjukkan kendaraan masih mampu dihidupkan secara normal setelah didiamkan atau dalam kondisi soaking selama 21 hari menggunakan B30 di dataran tinggi Dieng.