Target Baru Penurunan Emisi Indonesia

Dalam dokumen ENDC, Indonesia meningkatkan target penurunan emisi sebagai komitmen menjaga kenaikan suhu bumi sebesar 1,5°C pada akhir abad ini.
Fitria Nurhayati
17 November 2022, 17:32

Pada 23 September 2022, pemerintah Indonesia mengumumkan penngkatan target baru penurunan emisi demi menjaga kenaikan suhu bumi sebesar 1,5°C pada akhir abad ini. Komitmen yang lebih ambisius ini tertuang dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC). 

Pemerintah menaikkan target penurunan emisi dengan kemampuan sendiri dari 29 persen jadi 31,89 persen. Sedangkan dengan bantuan internasional naik dari 41 persen jadi 43,20 persen.  Target penurunan emisi tersebut merupakan akumulasi dari lima sektor, yaitu lahan dan kehutanan, energi, industri, limbah, dan pertanian. 

Melihat target baru sektoral, limbah dan pertanian jadi dua sektor dengan kenaikan target yang naik signifikan. Target di sektor limbah naik 264 persen dari 11 MtonCO2 jadi 40 MtonCO2 dengan kemampuan sendiri dan pertanian naik 177 persen dari 4MtonCO2 jadi 12 MtonCO2 dengan bantuan internasional. 

Namun jika dilihat nilai faktual, sektor lahan dan kehutanan serta sektor energi tetap jadi dua sektor tumpuan penurunan emisi terbesar. Sektor kehutanan naik dari 497 MtonCO2 jadi 500 MtonCO2 dengan kemampuan sendiri dan naik dari 692 MtonCO2 jadi 729 MtonCO2 dengan bantuan internasional. 

Sedangkan sektor energi naik dari 314 MtonCO2 jadi 358 MtonCO2 dengan kemampuan sendiri, namun tidak ada kenaikan dalam target dengan bantuan internasional. 

Untuk bisa mencapai target yang ditetapkan, pemerintah Indonesia menyusun agenda prioritas. Dari sektor kehutanan, menerapkan skema Perhutanan Sosial dan tata ruang dan lahan yang efektif. 

Sektor energi melakukan konservasi energi dan menerapkan energi baru terbarukan. Kemudian dari sektor limbah dengan pengelolaan sampah yang lebih baik. 

Dari industri, agenda prioritasnya adalah penggunaan methane capture dan biogas, serta pemanfaatan limbah. Sedangkan dari pertanian yaitu peningkatan produktivitas. 

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.