Wakili MES, Erick Thohir Galang Bantuan untuk Warga Palestina

Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah Erick Thohir menggalang bantuan untuk warga Palestina. Sebelumnya, Israel dan Palestina di Jalur Gaza, menyepakati gencatan senjata, Kamis (20/5/2021) waktu setempat.
Image title
Oleh Lavinda
22 Mei 2021, 15:23
Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir akan menyalurkan bantuan untuk warga Palestina di daerah-daerah yang membutuhkan, terutama di Gaza. Hal ini dilakukan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan.
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Pengusaha Erick Thohir melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).

Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) akan menyalurkan bantuan untuk warga Palestina di daerah-daerah yang membutuhkan, terutama di Gaza. Hal ini dilakukan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan.

"MES akan menggalang sumber daya yang dimiliki untuk memberikan obat-obatan kepada rakyat Palestina melalui donasi para anggota MES," ujar Ketua MES yang juga menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/5).

Menurut Erick, bantuan MES merupakan solusi yang langsung berdampak kepada masyarakat membutuhkan di Palestina. Komitmen ini diberikan karena MES merasa memiliki tanggung jawab moril untuk bersuara menyerukan hak rakyat Palestina kepada komunitas global. 

Sebagai organisasi yang bergerak di sektor ekonomi syariah, MES menilai sisi kemanusiaan juga merupalan hal tak kalah penting. Sebab pada hakikatnya, ekonomi syariah memiliki tujuan akhir untuk memenuhi kesejahteraan bersama.

Bagi para anggota dan masyarakat umum yang ingin memberikan bantuan dalam bentuk obat-obatan melalui Masyarakat Ekonomi Syariah, dapat melakukannya melalui situs kitabisa.com dan rekening BSI (BNI Syariah).

Israel dan dua kelompok utama Palestina di Jalur Gaza, Hamas dan Jihad Islam menyepakati gencatan senjata, Kamis (20/5/2021) waktu setempat atau Jumat (21/5/2021) dini hari. Kesepakatan ini mengakhiri pertempuran selama 11 hari terakhir.

Dari laporan BBC, pertempuran ini telah menewaskan 240 jiwa. Di antaranya, 227 korban merupakan warga Palestina di Jalur Gaza, termasuk 64 anak dan 38 wanita. Pernyataan gencatan senjata muncul dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

"Dengan suara bulat menerima rekomendasi untuk inisiatif Mesir terkait gencatan senjata tanpa syarat," demikian pernyataan Israel, dikutip dari AFP.

Hamas dan Jihad Islam kemudian mengonfirmasi gencatan senjata tersebut dalam sebuah pernyataan. Intinya tak akan ada lagi serangan baru mulai Jumat pukul 2.00 pagi waktu setempat.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait