Bio Farma Kembangkan Vaksin Covid-19, Sudah Masuk Daftar WHO

Vaksin yang dikembangkan merupakan kerja sama antara Bio Farma dan lembaga pendidikan dari Amerika Serikat, Baylor College Medicine.
Image title
2 Juni 2021, 18:52
Perusahaan pelat merah bidang farmasi, PT Bio Farma (Persero) tengah mengembangkan vaksin Covid-19 dan sudah masuk dalam daftar kandidat vaksin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa.
Karyawan membawa Envirotainer berisi bahan baku vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (25/5/2021).

Perusahaan pelat merah bidang farmasi, PT Bio Farma (Persero) tengah mengembangkan vaksin Covid-19 dan sudah masuk dalam daftar daftar vaksin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, vaksin yang dikembangkan  merupakan kerja sama antara Bio Farma dan lembaga pendidikan dari Amerika Serikat, Baylor College Medicine. Berdasarkan data WHO, vaksin tersebut sudah masuk sebagai kandidat vaksin WHO di urutan ke-121 dari total 185 vaksin.

"Vaksin kerja sama Bio Farma dengan salah satu universitas di luar negeri, yaitu Baylor, sudah masuk daftar peringkat 121," kata Erick dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (2/6).

Meski begitu, Erick mengatakan vaksin ini masih dalam tahap pengembangan, sehingga perlu melalui proses uji klinis dan masih perlu waktu sekitar satu tahun untuk pengembangan hingga selesai.

Advertisement

Erick berharap pengembangan vaksin Bio Farma ini bisa berhasil agar pengadaan vaksin Covid-19 tidak seterusnya berasal dari impor seperti saat ini. Selain vaksin Bio Farma, pengembangan vaksin di dalam negeri juga dilakukan oleh Eijkman Institute dengan beberapa universitas, yaitu vaksin Merah-Putih.

Dalam daftar calon vaksin Covid-19 yang dirilis WHO, saat ini tahap pengembangan vaksin Bio Farma berada pre-clinical. Vaksin ini menggunakan platform protein subunit. Tipe dari kandidat vaksin ini adalah rekombinan SARS CoV-2 RBD Protein, Alum adjuvanted.

Perkembangan vaksin lainnya, yaitu masuknya vaksin Sinovac dan Sinopharm dalam penggunaan darurat atau Emergency Use Listing Procedure (EUL) dari WHO. Sehingga, bisa menjawab berbagai keraguan atas keamanan vaksin-vaksin tersebut.

Selain itu, dengan didapatkannya izin darurat tersebut, bisa membuat negara-negara lain bisa membuka kedatangan warga Indonesia ke luar negeri. "Apakah untuk bisnis, umroh, atau haji. Tapi tentunya domainnya bukan di saya tapi di Kementerian Luar Negeri," kata Erick.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait