Selundupkan Harley Davidson, Eks Dirut Garuda Dituntut 1 Tahun Penjara

Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara dianggap terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana menganjurkan untuk menyembunyikan barang impor secara melawan hukum.
Image title
Oleh Lavinda
4 Juni 2021, 19:13
Mantan Direktur PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara dituntut satu tahun penjara, dikurangi masa penahanan, atas kasus penyelundupan Motor rangka dan onderdil Harley Davidson.
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ari Askhara dituntut satu tahun penjara, dikurangi masa penahanan, atas kasus penyelundupan rangka dan onderdil motor Harley Davidson.

Dalam isi tuntutan perkara, jaksa menilai pria bernama lengkap I Gusti Ngurah Askhara itu telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana.

"Menganjurkan untuk menyembunyikan barang impor secara melawan hukum," demikian dikutip dari isi tuntutan perkara pada Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Tangerang.

Hal itu sebagaimana tercantum dalam dakwaan Pertama melanggar Pasal 102 huruf e Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan Jo. Pasal 55 ayat (1) ke- 2 KUHP.

Advertisement

Selain hukuman penjara, Ari juga dituntut untuk membayar denda pidana sebesar Rp 200 juta paling lambat satu bulan sesudah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap. Jika denda tidak dibayar, maka harta benda dan/atau pendapatan Ari dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk membayar denda.

"Jika (lelang) tidak mencukupi, diganti dengan pidana kurungan selama dua bulan," demikian tertulis dalam isi tuntutan.

Ari dinyatakan sebagai terdakwa dengan barang bukti di antaranya, 15 kemasan berisi onderdil Motor Jenis Harley Davidson dalam kondisi terurai dan dapat dirakit menjadi satu unit baru beserta persetujuan penerbangan. Selain itu, terdapat beberapa rekening koran, dan surat permohonan proses kepabeanan.

Kasus ini mencuat pada akhir 2019 lalu. Bermula pada 17 November 2019, pesawat baru Garuda Indonesia sampai di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF), setelah bertolak dari pabrik Airbus di Prancis. Pesawat tersebut membawa 10 orang kru dan 22 orang penumpang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, petugas menemukan 15 boks berisi onderdil Harley Davidson yang terurai dan beberapa boks lain berisi sepeda Brompton di dalam lambung atau tempat penyimpanan pesawat baru Garuda Indonesia.

Berdasarkan hasil investigasi Komite Audit dan Komisaris Garuda Indonesia, motor gede Harley Davidson yang diselundupkan melalui pesawat baru A330-900 Neo dari Prancis itu diduga milik Ari Askhara.

Perkiraan nilai motor Harley Davidson tersebut berkisar antara Rp200 juta sampai Rp 800 juta per unit. Sedangkan sepeda Brompton berkisar antara Rp 50 juta sampai Rp 60 juta per unit. Dengan perhitungan ini, total kerugian negara diperkirakan berkisar antara Rp 532 juta sampai Rp 1,5 miliar.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait