Pembangunan LRT Jabodebek Tahap 1 Capai 84,6%, Bisa Beroperasi 2022

Rencananya, Presiden Joko Widodo akan memeriksa perkembangan pembangunan dan kesiapan LRT pada Rabu (9/6) hari ini.
Image title
9 Juni 2021, 09:23
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengklaim progres pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Jabodebek sudah mencapai 84,6%.
ANTARA FOTO/ Reno Esnir/hp.
Suasana pengerjaan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di ruas Jalan Gatot Subroto Jakarta, Sabtu (1/5/2021).

Menteri Perhubungan  (Menhub) Budi Karya Sumadi mengklaim progres pembangunan kereta api ringan atau light rail transit (LRT) Jabodebek tahap pertama sudah mencapai 84,6%. Transportasi yang dibangun oleh dibangun oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini ditargetkan dapat beroperasi pada 2022.

“Kami ingin mempersiapkannya dengan waktu yang cukup, untuk melakukan uji dinamis. Aspek keselamatan sangat penting bagi angkutan massal di Indonesia,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Selasa (8/6).

Budi mengunjungi Stasiun LRT Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada Selasa (8/6). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memerika kesiapan LRT Jabodebek yang rencananya akan dilihat langsung oleh Presiden Joko Widodo hari ini (9/6).

Menurut dia, pembangunan LRT Jabodebek adalah upaya pemerintah dalam menyelesaikan masalah lalu lintas wilayah perkotaan, khususnya di Jakarta dan sekitarnya.

“Tidak hanya itu, pembangunan LRT ini juga memberi kesempatan bagi anak bangsa untuk mempelajari teknologi angkutan massal kereta api,” ujar Budi.

Pembangunan LRT Jabodebek tahap pertama terdiri dari beberapa lintasan. Rinciannya, pertama, lintas pelayanan rute Cawang-Cibubur sepanjang 14,8 kilometer yang saat ini pembangunannya mencapai 93,8%.

Kedua, lintas pelayanan rute Cawang-Dukuh Atas sepanjang 11 kilometer, yang saat ini mencapai 84,3%. Dan, ketiga, lintas pelayanan rute Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,4 kilometer, yang saat ini mencapai 90,9%.

Selain tiga lintasan tersebut, kontraktor juga tengah membangun Depo LRT Jabodebek berlokasi di Bekasi Timur yang kini progresnya mencapai 44,1%.

Nantinya, LRT Jabodebek akan memiliki 18 titik stasiun pemberhentian. Dalam kondisi normal, satu rangkaian LRT dapat mengangkut 740 orang penumpang. Dalam kondisi padat dapat mengangkut 1.308 orang penumpang. Kecepatan maksimalnya dapat mencapai 80 kilometer per jam.

Beberapa keunggulan LRT antara lain, waktu tempuh bisa lebih cepat dibandingkan kendaraan pribadi atau bus. LRT dapat menempuh rute Bekasi Timur hingga Dukuh Atas dalam waktu 45 menit. Sedangkan dari Cibubur hingga Dukuh Atas waktu tempuh hanya 39 menit. 

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait