Warung Favorit Jokowi: dari Teras Rumah, Kini Raup Omzet Jutaan Rupiah

Image title
11 Juni 2021, 08:23
Mampir ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara, tidak lengkap rasanya jika tak mendatangi restoran Warung Teras. Restoran favorit Presiden RI Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi ini awalnya hanya berupa warung sederhana di depan rumah. Kini, warung tersebut me
ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan pelaku usaha disampingi dua staf khususnya, Putri Tanjung (tengah) dan Andi Taufan (kiri) saat kunjungan kerja di Subang, Jawa Barat, Jumat (29/11/2019).

Mampir ke Kota Tarakan, Kalimantan Utara, tidak lengkap rasanya jika tak mendatangi restoran Warung Teras. Restoran favorit Presiden RI Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi ini awalnya hanya berupa warung sederhana di depan rumah. Kini, warung tersebut menghasilkan omzet hingga ratusan juta rupiah per bulannya.

Pemilik Warung Teras Welly mengatakan, Presiden Joko Widodo pernah datang dua kali ke warung ini pada 2019 lalu. Kepala Negara bersama rombongan kabinetnya, antara lain, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Staf Khusus Presiden Fadjroel Rachman.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyantap udang goreng, kepiting soka telur asin, kepiting bumbu saos padang, burung dara, sup ikan bumbu kuning, dan buncis telur asin di Warung Teras.

Tidak hanya mampir saat berkunjung ke Kalimantan Utara, beberapa kali perwakilan dari kantor kepresidenan juga datang ke restoran Warung Teras untuk membungkus paket makanan agar bisa disajikan kepada presiden di Jakarta.

Kini, Warung Teras memang sudah menjadi ikon Kota Tarakan. Menurut Welly, setiap kali usai presiden berkunjung, orang-orang akan langsung menyerbu restorannya untuk mencoba menu yang dimakan presiden.

Di dalam restoran itu juga terpajang beberapa tokoh terkenal yang pernah menyantap hidangan Warung Teras. Selain pejabat negara, ada juga beberapa tokoh selebrita dari Jakarta, seperti Ade Rai, grup musik RAN, dan lainnya.

Ia mengatakan, rahasia Warung Teras digandrungi konsumen adalah cita rasanya yang berbeda. "Rasa kelas hotel, tapi harga kelas warung," katanya di Kota Tarakan, Kalimantan Utara pada Kamis (10/6).

Hingga saat ini, Welly bisa meraup omzet hingga ratusan juta setiap bulan. "Omzet cukup buat bangunan lah. Kalau ratusan juta per bulan, pasti tercapai," kata Welly.

Melihat perkembangan yang cukup pesar karena digandrungi banyak orang, Warung Teras berencana ekspansi ke Jakarta. Welly sedang menyiapkan strateginya agar Warung Teras bisa tersedia untuk masyarakat Ibu Kota. 

Menurut Welly, alasannya ingin ekspansi ke Jakarta karena pangsa pasarnya banyak dari sana. Selain itu, ia ingin Warung Teras hadir di Jakarta agar membuat Kota Tarakan semakin dikenal luas.

Hingga kini, Warung Teras juga sudah mempekerjakan 25 karyawan. Ada enam koki yang bertugas menjaga cita rasa dari Warung Teras.

Namun, dari semua capaian itu, Welly bercerita, restoran berlantai dua dengan luas sekitar 15 meter persegi itu awalnya hanya warung depan rumah saja. "Awalnya hanya jual ayam goreng di teras pekarangan rumah. Berkembang seiring waktu, kini renovasi terus," ujar Welly.

Advertisement

Welly mengatakan, ada beberapa cara yang ia lakukan agar restoran yang didirikan pada 2011 itu terus berkembang. Pertama, terus berinovasi. Warung Teras terus menambah menu baru untuk menarik minat konsumen. Tidak hanya menambah menu, restoran juga memastikan bahwa menu itu tersedia agar bisa dinikmati konsumen.

Inovasi lainnya, Warung Teras menambah tempat nongkrong bagi anak muda di lantai dua agar bisa memperluas pangsa pasar. "Lantai dua juga bisa digunakan untuk nongkrong, atau pesta-pesta. Itu untuk anak muda," ujarnya.

Di lantai dua itu, Welly tidak hanya menawarkan menu restoran seperti kepiting atau menu seafood lainnya, tapi juga menawarkan beragam panganan terkini, layaknya cafe. 

Cara kedua, memastikan kualitas rasa dan pelayanan. Ia mempunyai komposisi rahasia dalam membuat beragam masakan. "Komposisinya tetap kami pertahankan," ujarnya.

Untuk pelayanan, pihaknya menjamin semua makanan yang disajikan akan cepat tersedia untuk disantap oleh konsumen. "Bahkan datang ratusan orang, setengah jam bisa semua makan," kata Welly.

Cara ketiga, gencar promosi. Welly mengatakan, di Bandara Internasional Juwata, Kota Tarakan terpajang gambar besar Warung Teras. Selain itu, ia menggandeng YouTuber untuk menilai makanannya dan menayangkannya di channel YouTube.

Terakhir, masuk ke pasar online. Kini, untuk penjualan, Warung Teras tidak hanya berjualan offline, tapi juga melayani konsumen melalui platform digital, seperti GrabFood.

Warungnya sempat ditutup saat pandemi Covid-19. Konsumen hanya bisa membeli makanan dari layanan online tersebut. Melalui platform digital itu, Welly mengatakan, Warung Teras bisa menyasar pangsa pasar yang sebelumnya tidak tersentuh, seperti orang-orang di perumahan atau perkantoran. Bukan hanya pelancong yang singgah di Kota Tarakan.

Diketahui, menurut catatan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), ada 5,55 juta usaha kuliner di Indonesia, atau 67,7% dari total 8,2 juta bisnis ekonomi kreatif pada 2018. Pertumbuhannya rerata 9,82% dalam tujuh tahun terakhir hingga 2020. Namun, sekitar 60% usaha kuliner di Nusantara terpukul pandemi Covid-19.

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait