Penerbangan Perintis di Timika Dipangkas 70% saat Terjun Payung PON XX

Penerbangan komersial dengan menggunakan pesawat berbadan lebar dari/ke Papua saat PON XX tetap berjalan normal.
Image title
Oleh Lavinda
26 September 2021, 09:02
PON, Papua, Timika, Bandara
ANTARA FOTO/Indrayadi TH/aww.
Sejumlah kendaraan melintasi jalan lingkar di Kota Jayapura, Papua, Kamis (9/9/2021). Pemprov Papua menyiapkan 38 ruas jalan alternatif pendukung PON Papua di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura untuk memudahkan kontingen luar Papua mencapai lokasi venue pertandingan. ANTARA FOTO/Indrayadi TH/aww.

Penerbangan perintis angkutan orang dan kargo barang dari Bandara Mozes Kilangin, Timika, ke beberapa daerah di Papua dikurangi hingga 70%. Pasalnya, secara bersamaan, bandara digunakan untuk menggelar pertandingan cabang olahraga terbang layang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, kegiatan penerbangan pesawat perintis ke pedalaman Papua dikurangi secara signifikan selama berlangsungnya pertandingan cabang sejumlah olahraga saat PON XX. Beberapa di antaranya, terbang layang di Bandara Timika, terjun payung di halaman Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, dan aero modeling di arena SP5.

"Penerbangan tetap berjalan seperti biasa, hanya saja untuk pesawat kecil atau penerbangan perintis selama pertandingan berlangsung akan dikurangi hingga 70%. Pesawat perintis hanya terbang pada pagi hari sampai siang hari, setelah itu tidak terbang lagi," kata John seperti dikutip Antara, Sabtu (26/9).

Sebelumnya, menurut John, Airnav dan Teknical Delegated Cabor Terbang Layang sudah bekerja sama terkait penggunaan ruang udara, sehingga kegiatan penerbangan dan pelaksanaan pertandingan tetap berjalan secara simultan.

"Mandarorinya harus tetap ada di pemegang ruang udara sehingga semua kegiatan dikontrol dari tower ATC (pengendali lalu lintas udara), mengingat ruang udaranya ada dalam Kawasan Operasi Penerbangan terdalam yang sangat dekat," kata Mantan Kepala Dishubkominfo Mimika tersebut.

John menyebut lokasi terjun payung di Pusat Pemerintahan SP3 Timika hanya berjarak 5 Kilometer (Km) dari aproach Bandara Runway 15. Pada ketinggian sekitar 9.000 kaki dan turun ke ketinggi 4.000 kaki, penerjun akan diterjunkan.

"Pada saat bersamaan tidak boleh ada pesawat lain yang terbang. Makanya semua diatur dari tower ATC" ujarnya.

Sementara itu, penerbangan komersial dengan menggunakan pesawat berbadan lebar seperti, Garuda Indonesia, Batik Air, Sriwijaya Air tetap berjalan normal. Pasalnya, penerbangan komersial membawa rombongan atlet, kru atlet, dan tamu-tamu yang akan datang ke Timika untuk mengikuti PON XX Papua.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait