Menkes Ungkap Syarat Indonesia Bisa Ubah Pandemi Covid-19 Jadi Endemi

Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini tercatat bertambah sebanyak 1.661 kasus.
Image title
Oleh Lavinda
4 April 2022, 21:28
Covid-19
Youtube/PermataBank
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, Indonesia siap melakukan transisi dari pandemi ke endemi Covid-19 jika kesadaran masyarakat terhadap kesehatan meningkat.

"Selama masyarakat semakin siap menyadari apa yang harus dilakukan menghadapi pandemi, itu menunjukkan kita siap untuk bertransisi dari pandemi menjadi endemi," ujar Menkes Budi dalam keterangan pers Rapat Terbatas Evaluasi PPKM seperti dikutip Antara, Senin (4/4).

Menurut Budi, perbaikan kondisi Covid-19 di dalam negeri saat ini seharusnya diikuti dengan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat.

"Kesehatan terhadap pandemi ini ada di tangan kita masing-masing," ucapnya.

Advertisement

Kementerian Kesehatan RI mencatat jumlah kasus aktif pada Senin (4/4) ini turun sebanyak 5.755 kasus menjadi 90.235 kasus aktif.

Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini tercatat bertambah sebanyak 1.661 kasus, sehingga total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 di Tanah Air berjumlah 6.021.642 orang.

Sedangkan jumlah pasien yang sembuh dari penularan Covid-19 secara nasional pada hari ini bertambah 7.355 pasien, sehingga sehingga total mencapai 5.776.058 orang.

Sebelumnya, Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto berharap, setelah Lebaran 2022 kondisi kasus Covid-19 tidak seperti setelah liburan panjang sebelumnya, di mana terjadi peningkatan kasus secara signifikan yang diperparah dengan adanya varian baru.

"Apabila tetap landai, tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan, mungkin akan berpikir untuk beralih status pandemi menjadi endemi," kata dia.

Satgas Covid-19 berharap masyarakat Indonesia dapat mudik dengan aman dan menjalani ibadah bulan Ramadan dengan tenang, dengan tetap proteksi maksimal dan berlapis terhadap diri sendiri dan keluarga dengan vaksinasi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait