AS Terapkan Sanksi pada Dua Putri Putin, Ini Profilnya

Pemerintah AS tak hanya mengenakan sanksi kepada dua putri putin, tetapi juga melarang warga Amerika berinvestasi di Rusia. Ini dilakukan sebagai upaya mengecam tindakan kekerasan terhadap Ukraina.
Image title
Oleh Lavinda
7 April 2022, 21:57
Rusia
ANTARA FOTO/REUTERS/Antonio Bronic/WSJ/dj
Antonio Bronic. Seekor anjing berkemih ke dinding dengan grafiti bergambar Presiden Rusia Vladimir Putin sementara Serbia mengadakan pemilihan umum pada hari Minggu, di Beograd, Serbia, Sabtu (2/4/2022).

Pemerintah Amerika Serikat (AS) menerapkan saksi terbaru terhadap Rusia. Kali ini, sasarannya adalah dua putri Presiden Rusia Vladimir Putin, yakni Putin Katerina Vladimirovna Tikhonova dan Maria Vladimirovna Vorontsova. 

Kedua nama itu masuk dalam daftar target sanksi Kementerian Keuangan AS. Dilansir Reuters, para pejabat AS meyakini kedua perempuan tersebut menyembunyikan kekayaan sang ayah.

Berdasarkan rincian dalam daftar sanksi AS yang diumumkan Rabu (6/4) waktu setempat, Katerina diketahui merupakan seorang eksekutif bidang teknologi dan sektor pertahanan yang bekerja untuk mendukung pemerintah Rusia.

Putrinya yang lain, Maria memimpin program yang didanai pemerintah Rusia. Ia juga telah menerima miliaran dolar dari Kremlin untuk penelitian genetika yang secara pribadi diawasi oleh Putin.

Advertisement

Seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan pihaknya memiliki alasan untuk meyakini Putin dan banyak kroninya menyembunyikan kekayaan dan aset mereka. Menurut pejabat tersebut, anggota keluarga Putin bahkan menempatkan aset dan kekayaan mereka di sistem keuangan AS, dan banyak bagian lain dari dunia.

"Kami percaya banyak aset Putin disembunyikan dengan anggota keluarga, dan itulah mengapa kami menargetkan mereka," kata seorang pejabat senior pemerintah AS dikutip dari Reuters, Kamis (7/4).

Dalam pengumumannya, Pemerintah AS juga melarang warga Amerika berinvestasi di Rusia. Hal ini dilakukan sebagai reaksi untuk mengecam aksi kekejaman yang dilakukan Rusia terhadap Ukraina.

Pada Februari lalu, Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, sanksi yang diberlakukan terhadap Putin tidak bermakna apapun.

"(Putin) cukup acuh tak acuh. Sanksi itu berisi klaim yang tidak masuk akal tentang beberapa aset. Presiden tidak memiliki aset selain yang telah disebutkannya," kata Peskov. 

Di sisi lain, Senator AS Sheldon Whitehouse menyatakan, Putin dan oligarkinya menyimpan uang mereka di negara-negara hukum dengan membeli rumah mewah, kapal pesiar besar, karya seni, dan aset bernilai tinggi lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Sheldon saat memperkenalkan aturan yang menawarkan uang tunai sebagai imbalan atas informasi yang mengarah pada penyitaan aset yang dipegang oleh oligarki Rusia.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait