Ribuan Korban Investasi di Fahrenheit Merugi hingga Rp 555 Miliar

Direktur Utama PT Fahrenheit menipu para korban dengan modus skema ponzi, yaitu keuntungan diperoleh dari anggota yang baru bergabung. Dari para korban, dia memperoleh keuntungan tetap 1%-25%.
Image title
20 Mei 2022, 09:50
Fahrenheit
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/wsj.
Sejumlah pengendara sepeda motor melintas di depan kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB di Mataram, NTB, Senin (21/12/2020).

Korban dan nilai penipuan judi berkedok trading binary option platform Fahrenheit telah bertambah. Berdasarkan data Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Dittipideksus Bareskrim Polri), Sampai Kamis (19/5), total korban sudah mencapai 1.419 orang dengan total kerugian Rp 555 miliar.

Jumlah ini jauh lebih besar dari total korban yang diketahui pada bulan lalu, yakni sebanyak 550 orang. Pada saat itu, pelaku memperoleh keuntungan hingga Rp 480 miliar dengan modus penipuan. 

“Korban yang mengalami kerugian dalam kasus ini sebanyak 1.419 orang dengan total kerugian sebesar Rp 555.130.963.497,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Gatot Repli Handoko pada Kamis (19/5).

Hingga saat ini, tim penyidik telah menyita berbagai alat bukti dan aset milik tersangka, di antaranya: satu unit apartemen Taman Anggrek Residence senilai Rp 2,9 miliar, satu unit mobil Fortuner, satu unit mobil Lexus, uang tunai senilai S$ 2, uang tunai senilai MYR 1, uang tunai pecahan 50 dolar Singapura senilai S$ 45, uang tunai pecahan 50, 100, 500 dan 1.000 baht Thailand senilai 27.950, uang tunai pecahan 100 ribu rupiah senilai Rp 70 juta, dan satu buah tas merek Louis Vuitton.

Advertisement

Selain itu, tim penyidik juga telah melakukan pemblokiran beberapa rekening dengan perkiraan total Rp 70 miliar. Pemblokiran tersebut dilakukan dengan menggandeng pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Kemudian penyidik akan berkoordinasi dengan pihak bank untuk menyita dana pada rekening tersebut,” kata Gatot.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Dittipideksus Bareskrim Polri) telah menangkap tersangka HS yang merupakan direktur utama PT Fahrenheit System Pro Academy pada Kamis (7/4).

HS menipu para korban dengan modus skema ponzi, yaitu keuntungan diperoleh dari anggota yang baru bergabung. Dari para korban, dia memperoleh keuntungan tetap 1%-25% setiap harinya.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan itu, polisi menduga HS melakukan tindakan pidana perdagangan pasal 105 dan 106 Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukum maksimal 20 tahun penjara,” ujar Kepala Sub Bidang II (Kasubdit II) Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Chandra Sukma dalam konferensi pers pada Kamis (7/4).

Reporter: Ashri Fadilla
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait