Telkom Imbau Pemerintah Terbitkan Regulasi Dukung Kedaulatan Digital

Direktur Utama Telkom Indonesia menilai para raksasa teknologi dengan modal besar mulai masuk ke wilayah Indonesia dengan memanfaatkan celah regulasi yang ada.
Image title
13 Juli 2021, 17:36
Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah mengimbau pemerintah untuk menerbitkan regulasi yang mendukung kedaulatan digital nasional demi meningkatkan ekonomi digital.
Arief Kamaludin|KATADATA
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk Ririek Adriansyah mengimbau pemerintah untuk menerbitkan regulasi yang mendukung kedaulatan digital nasional demi meningkatkan ekonomi digital. Caranya, menetapkan aturan yang memprioritaskan produk dan layanan dalam negeri.

Menurut Ririek, dukungan regulasi diperlukan untuk menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya, infrastruktur yang tidak merata membuat kelayakan bisnis minim bagi operator. Tantangan lainnya adalah para raksasa teknologi dengan modal besar mulai masuk ke wilayah domestik dengan memanfaatkan celah-celah regulasi.

"Ini yang juga perlu diwaspadai, dikhawatirkan semua value (nilai) diekstrak oleh mereka ke luar negeri," kata dalam webinar Investor Daily Summit 2021 secara virtual, Selasa (13/7).

Maka itu, menurut mantan Direktur Utama PT Telkomsel tersebut, perusahaan membutuhkan regulasi yang mendukung persaingan usaha yang sehat dan mampu mendongkrak kinerja investasi di Indonesia dengan tetap memberlakukan batasan kepemilikan asing. Hal ini sebagai bentuk perlindungan terhadap industri yang sudah berjalan, pengamanan pencapaian program pemerintah, dan peningkatan ketahanan nasional.

Dukungan lain yang dibutuhkan adalah hak dan kewajiban yang seimbang antara raksasa teknologi atau over the top dengan operator telekomunikasi lokal. "Baik dalam perlindungan data, kewajiban pembayaran pajak, maupun secara kesepakatan bisnis," kata Ririek.

Pemerintah juga dianggap perlu menyiapkan regulasi yang mampu mengoptimalkan pertumbuhan industri telekomunikasi. Di antaranya, mampu menyediakan sumber daya seperti spektrum frekuensi untuk 5G, dan mendukung harmonisasi antara peraturan daerah dan pusat seperti retribusi penggunaan tanah oleh pemerintah daerah. "Juga regulasi yang mendorong pertumbuhan dan pemerataan layanan di seluruh pelosok Indonesia," kata Ririek.

Layanan 5G

Saat ini, Ririek mengatakan pihaknya bersiap untuk melangkah ke layanan internet 5G dalam waktu dekat, meski  jaringannya masih bersifat terbatas.

"Dalam waktu dekat ini kami sudah mulai masuk 5G meski limited," kata Ririek.

Langkah tersebut menjadi salah satu strategi Telkom mendukung kedaulatan digital nasional. Pasalnya, jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 271 juta jiwa dan berbagai sumber daya, menjadi peluang bagi pelaku industri telekomunikasi dan pemain digital global.

Seperti contohnya dari sisi pendidikan, jika menunggu sekolah dibangun secara fisik akan menghabiskan waktu lama dan biaya besar. Tapi kalau dilakukan secara digital dengan platform edukasi yang bisa diakses oleh semuanya masyarakat dengan adanya konektivitas broadband, bisa mempercepat akses terhadap pendidikan yang berkualitas.

Demikian juga di bidang keuangan. Jika inklusi keuangan bergantung pada bank untuk membuka cabang fisik, akan berat karena belum tentu secara finansial layak. "Sehingga bila ada platform digital, fintech, akan banyak membantu akhirnya nanti bisa mendekati penetrasi yang lebih maju," kata Ririek.

Ririek mengatakan, Telkom sudah menggelar infrastruktur secara nasional dan telah menjadi penyedia telekomunikasi dengan kapasitas besar dan jangkauan yang luas. Tercatat infrastruktur Telkom hingga saat ini adalah 168 ribu kilometer serat optik, 133 transponder satelit, dan 231 ribu BTS.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait