AstraPay Berpotensi Integrasi dengan Gojek dan Masuk Bank Digital

Menanggapi peluang mengembangkan AstraPay menjadi bank digital, manajemen Astra memastikan selalu terbuka untuk melebarkan sayap bisnis.
Image title
15 September 2021, 20:19
AstraPay, Fintech, Gojek, GoTo
Katadata
AstraPay

PT Astra International Tbk (ASII) baru saja meluncurkan dompet digital AstraPay dengan target pengguna yang agresif hingga 15 juta dalam 3 tahun ke depan. Sebelumnya, induk Astra Group ini juga berinvestasi di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Gojek yang punya sistem pembayaran Gopay. Apakah ada peluang untuk saling berkolaborasi?

Direktur Astra International Suparno Djasmin tidak menutup peluang ada kerja sama integrasi antara AstraPay dengan Gopay. Namun, Suparno tidak menjelaskan lebih banyak terkait dengan peluang tersebut.

"Apakah terintegrasi atau tidak? Kita lihat di dalam perkembangannya. Kami mau menumbuhkan bayi yang baru lahir ini menjadi lebih besar, lebih kuat," kata Suparno dalam konferensi pers, Rabu (15/9).

Suparno mengatakan, sebelum resmi diluncurkan, AstraPay memiliki 2,3 juta pengguna. Jumlah itu masih kecil dibanding aplikasi sejenis yang sudah lebih dulu beroperasi. Meski begitu, Suparno menilai penambahan jumlah pengguna setiap harinya sangat banyak.

"Mudah-mudahan dengan fitur yang ada di AstraPay, dengan proposisi unik yang ditawarkan dari AstraPay, bisa diterima oleh seluruh pelanggan kami, pelanggan Astra di seluruh Indonesia," katanya.

Suparno juga menanggapi terkait adanya peluang Astra mengembangkan AstraPay hingga menjadi bank digital. Ia memastikan Astra selalu terbuka untuk melebarkan sayap bisnis. Apalagi pengembangan bisnis yang baik dan bisa memperkuat ekosistem Astra, memberikan pelayanan bagus, dan meningkatkan kepuasan pelanggan Astra.

"Jadi, kami selalu terbuka, apalagi memperkuat ekosistem kami meningkatkan seamless dan meningkatkan kepuasan," kata Suparno.

Pada kesempatan yang sama, Chief Marketing Officer AstraPay Reny Futsy Yama mengatakan, mayoritas menggunakan AstraPay untuk melakukan transaksi membayar cicilan yaitu 60% dari total transaksi. Sementara, 20% dilakukan untuk penagihan (biller) dan 20% lainnya untuk transaksi menggunakan QRIS ataupun pay later.

Seperti diketahui, AstraPay yang fokus awalnya untuk ekosistem Astra, sudah terkoneksi dengan FIFGROUP, Toyota Astra Finance (TAF), Astra Credit Companies (ACC), hingga Maucash.

AstraPay juga telah terintegrasi dengan sistem pembayaran moda transportasi umum, seperti MRT Jakarta dan Transjakarta. Selebihnya, AstraPay juga dapat digunakan untuk membayar tagihan listrik, PDAM, TV kabel, BPJS, pajak, hingga beli pulsa atau paket data.

Di sisi keamanan akses akun, AstraPay telah dilengkapi dengan mekanisme single device authentication. Sistem ini hanya memungkinkan pengguna untuk login akun di satu device saja, sehingga pengguna tetap aman bertransaksi di AstraPay.

AstraPay telah mendapatkan lisensi sebagai Uang Elektronik dari Bank Indonesia sebagaimana surat keputusan No. 22/59/DKSP/Srt/B dan surat keputusan Transfer Dana No. 22/273/DKSP/100.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait