Saingi Facebook, TikTok Uji Coba Fitur Gim di Asia Tenggara

TikTok melakukan uji coba fitur gim di Vietnam dan berencana meluncurkan fitur itu lebih luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, pada awal kuartal ketiga 2022.
Image title
20 Mei 2022, 10:08
Tiktok
Unsplash/Solen Feyissa
Ilustrasi tampilan aplikasi TikTok

Platform video pendek TikTok telah menguji coba fitur minigame di Vietnam. Upaya itu dilakukan TikTok untuk meraup potensi pasar gim yang besar dan bersaing dengan raksasa media social, Facebook.

Dikutip dari Reuters, perwakilan TikTok telah mengonfirmasi perusahaan menjalankan uji coba fitur minigame HTML5 di Vietnam. Untuk menjalankannya, TikTok berkerja sama dengan pengembang dan studio game pihak ketiga, seperti Zynga Inc.

"Kami selalu mencari cara untuk memperkaya platform kami dan secara teratur menguji fitur baru yang membawa nilai bagi komunitas kami," kata perwakilan TikTok dikutip dari Reuters, Kamis (19/5).

TikTok juga akan mengurusi lisensi untuk menampilkan gim di aplikasinya itu, khusus bagi pengguna Vietnam. Lisensi bertujuan agar pihak berwenang bisa mengawasi fitur gim dan mengantisipasi risiko adanya unsur perjudian, kekerasan, dan konten seksual.

Advertisement

TikTok juga berencana untuk meluncurkan fitur gim itu lebih luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Upaya perluasan fitur itu berpotensi terjadi pada awal kuartal ketiga.

Sebelumnya, fitur gim telah digunakan oleh pengguna TikTok versi Cina, yakni Douyin sejak 2019. Kemudian, di pasar Amerika Serikat (AS), TikTok juga mengenalkan beberapa gim seperti Disco Loco 3D dari Zynga dan Garden of Good.

Selain mengembangkan fitur gim, keseriusan TikTok masuk pasar gim tergambarkan saat induk TikTok, ByteDance mengakuisisi pengembang game online Mobile Legend, Moonton. CNBC Internasional melaporkan, ByteDance mengakuisisi Moonton US$ 4 miliar atau Rp 57,7 triliun.

TikTok serius masuk ke pasar gim karena potensinya besar. Pasar gim global disebut-sebut mencapai US$ 86 miliar.

Fitur gim juga bisa mendulang opsi pendapatan baru. TikTok kemungkinan akan membawa iklan sejak awal, sebagai bagian dari monetisasi fitur gim.

Selain itu, upaya TikTok masuk ke pasar gim untuk menyaingi Facebook. Raksasa media sosial itu telah lebih dulu meluncurkan gim instan di aplikasi sejak 2016.

Diketahui, TikTok berhasil mengalahkan Facebook sebagai aplikasi paling populer di dunia. Platform video pendek ini mengungguli beberapa aplikasi di bawah holding Meta, yakni Instagram, Facebook, dan WhatsApp.

Menurut riset AppTopia, TikTok mencatatkan 656 juta unduhan pada 2021. Posisi kedua ditempati oleh Instagram dengan 545 juta unduhan. Di urutan ketiga, Facebook meraih 416 juta unduhan.

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait