Percepat Transformasi Digital, Bank Neo Commerce Tambah Jumlah Direksi

Bank Neo Commerce juga membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,58 miliar atau 10% dari laba bersih perseroan pada 2020 yang sebesar Rp 15,87 miliar.
Image title
Oleh Lavinda
5 April 2021, 20:20
Bank Neo Commerce menambah jumlah direksi perusahaan.
Bank Neo Commerce
Bank Neo Commerce

Pemegang saham PT Bank Neo Commerce (BNC) sepakat menunjuk praktisi perbankan Aditya Wahyu Windarwo sebagai Direktur Bisnis BNC. Hal itu telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa perseroan.

Presiden Direktur BNC Tjandra Gunawan mengungkapkan kehadiran direksi baru dibutuhkan untuk memperkuat kesiapan BNC yang terus bertransformasi menjadi bank digital. Penambahan susunan pengurus bertujuan untuk menguatkan jajaran manajemen dan diharapkan mampu meningkatkan kinerja bisnis perseroan.

"Penambahan [jajaran direksi] kami lakukan untuk memperkuat strategi dan sinergi antara lini bisnis dan pemasaran BNC, juga mempercepat pertumbuhan BNC dalam menyediakan pelayanan dan Digital Banking Experience ke masyarakat," ujar Tjandra dalam keterangan tertulis, Senin (5/4).

Pada 2021, BNC akan berfokus pada strategi pengembangann teknologi sebagai bank digital untuk meningkatkan daya saing di pasar. Salah satunya, meluncurkan produk dan layanan berbasis digital kepada masyarakat serta melanjutkan pengembangan pondasi dan sistem digital dalam layanan perbankannya.

"Kami berpacu untuk menghadirkan neo-experience sebagai pengalaman perbankan yang baru dan berbeda dari layanan bank pada umumnya," jelas Tjandra.

Produk dan layanan berbasis digital diharapkan dapat menciptakan inklusivitas finansial dan mampu menjangkau pangsa pasar lebih luas, termasuk generasi muda.

Dalam rapat tersebut diputuskan pula BNC akan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp 1,58 miliar atau 10% dari laba bersih perseroan pada 2020 yang sebesar Rp 15,87 miliar.

Sepanjang 2020, BNC mencatatkan laba bersih sebesar Rp 15,87 miliar, menurun dari capaian laba bersih perseroan tahun 2019 yang sebesar Rp16 miliar. Adapun, total ekuitas yang diperoleh BNC meningkat dari Rp 175 miliar menjadi Rp 1,12 triliun.

Per Desember 2020, total aset BNC diketahui mencapai Rp 5,42 triliun, meningkat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,12 triliun.

Editor: Lavinda
Video Pilihan

Artikel Terkait