Pekan Awal Ramadan, Nilai Transaksi Harian Bursa Naik 2,63 Persen

Kinerja bursa saham nasional bergerak positif meski tak signifikan pada pekan awal Bulan Ramadan. Terbukti dari rata-rata nilai transaksi harian bursa yang meningkat 2,63 persen.
Image title
Oleh Lavinda
17 April 2021, 13:59
Kinerja bursa saham nasional bergerak positif meski tak signifikan pada pekan awal Bulan Ramadan. Terbukti dari rata-rata nilai transaksi harian bursa yang meningkat 2,63 persen.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Pekerja melihat telepon pintarnya dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Kinerja bursa saham nasional bergerak positif meski tak signifikan pada pekan awal Bulan Ramadan 1442 Hijriyah atau periode 12-16 April 2021. Terbukti dari rata-rata nilai transaksi harian bursa yang meningkat 2,63 persen pekan ini menjadi Rp 9,760 triliun dari nilai pekan sebelumnya yang sebesar Rp9,510 triliun. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir pekan ini ditutup positif pada level 6.086 atau naik tipis 0,26 persen selama sepekan dari level 6.070. Kapitalisasi pasar pun turut meningkat 0,44 persen selama sepekan menjadi Rp 7.205 triliun dari Rp 7.174 triliun pada penutupan sepekan yang lalu.

Kendati demikian, penurunan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian yakni sebesar 1,31 persen menjadi 15,699 miliar saham dari 15,907 miliar saham pada pekan sebelumnya. Perubahan juga terjadi pada rata-rata frekuensi harian bursa selama sepekan sebesar 2,13 persen menjadi 1,02 juta kali transaksi dari pekan yang lalu yaitu 1,04 juta kali transaksi.

Sedangkan Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp296,97 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp9,737 triliun.

Advertisement

Sepanjang pekan ini, terdapat empat obligasi, dua saham dan satu sukuk yang tercatat di BEI. Diawali pada Senin (12/4), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. menerbitkan obligasi berkelanjutan IV tahap IV senilai Rp 970 miliar. Lembaga rating PT Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AA+idn untuk obligasi tersebut. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi itu.

Pada hari yang sama, perusahaan perkebunan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) melakukan pencatatan perdana saham di papan utama BEI dan menjadi perusahaan tercatat ke-14 pada 2021.

Pada hari Rabu (14/4), perusahaan kimia PT Nusa Palapa Gemilang Tbk. (NPGF) melantai di papan utama dan menjadi perusahaan tercatat ke-15 di BEI pada 2021.

Sehari setelahnya, PT Integra Indocabinet Tbk menerbitkan obligasi berkelanjutan I tahap I 2021 dan sukuk mudharabah berkelanjutan I tahap I 2021 dengan nilai masing-masing Rp 450 miliar dan Rp 150 miliar.

Mengakhiri pekan ini, tepatnya pada Jumat (16/4), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. menerbitkan obligasi berkelanjutan III tahap III 2021 senilai Rp 1 triliun. Berikutnya, PT Astra Sedaya Finance menerbitkan obligasi berkelanjutan V tahap II 2021 sebesar Rp 2,5 triliun.

Sepanjang 2021, total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat adalah 26 emisi dari 20 emiten dengan raihan dana mencapai Rp 29,70 triliun. Total obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 479 emisi diterbitkan oleh 128 emiten dengan nilai outstanding sebesar Rp 435,16 triliun dan US$ 47,5 juta.

Adapun, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 144 seri dengan nilai nominal Rp 4.179 triliun dan US$ 400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp 6,89 triliun.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait