Bursa Saham Tanggapi Peluang IPO Gojek dan Tokopedia Dalam Waktu Dekat

Image title
Oleh Lavinda
17 April 2021, 10:46
Menanggapi kabar IPO Gojek dan Tokopedia, BEI mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima dokumen pengajuan penawaran saham perdana dari perusahaan.
Katadata/Desy Setyowati
Aplikasi Tokopedia dan Gojek

Penggabungan usaha Gojek dan Tokopedia dikabarkan sudah dalam tahap akhir.  Manajemen dan pimpinan kedua perusahaan sudah setuju dengan rencana tersebut. Jika berjalan mulus, langkah selanjutnya adalah penawaran saham perdana ke publik atau IPO Gojek dan Tokopedia.

Kedua perusahaan rintisan (startup) yang kini telah menjelma korporasi raksasa itu juga disebut-sebut telah membahas berbagai skenario penambahan modal melalui penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada semester II 2021. Reuters mengungkap, perseroan juga akan mencatatkan saham di bursa Amerika Serikat (AS) pada 2022 mendatang.

Menanggapi kabar tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan sampai saat ini belum menerima laporan pengajuan penawaran saham perdana dari perusahaan. Bursa juga belum menerima dokumen apapun, baik terkait rencana maupun jadwal penambahan modal melalui IPO.   

"Sampai saat ini, kami belum menerima filling  (dokumentasi) dari perusahaan tersebut (Gojek dan Tokopedia)," ujar Nyoman melalui pesan singkat, Jumat (16/4).

Sebelumnya, kabar IPO startup raksasa juga telah ditanggapi oleh Komisaris BEI Pandu Sjahrir. Ia menyebutkan bahwa ada tiga startup berkapitalisasi besar yang bersiap untuk IPO di BEI pada semester II 2021, meski tak menyebut rinci nama perusahaan ketiga startup tersebut.

"Ada tiga nama yang sudah daftar, dan bersiap melanctai di bursa pada semester kedua tahun ini," kata Pandu dalam acara Grab Business Forum 2021, Kamis (25/3) lalu.

Menurut sumber D-Insights, Gojek dan Tokopedia sudah menandatangani kesepakatan jual beli saham bersyarat atau conditional sales and purchase agreement (CSPA), dengan kesepakatan Gojek menggenggam 60% saham entitas gabungan, sedangkan Tokopedia memiliki sisanya sebesar 40%.

Sumber The Information menyebut gabungan kedua startup raksasa itu akan bernama GoTo. Nantinya, GoTo akan menjalankan beberapa bisnis inti, yakni menyediakan layanan berbagi tumpangan (ride hailing), e-commerce, pengiriman makanan, pembayaran, dan logistik.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait