PTPN III, Holding Kebun BUMN Rampungkan Restrukturisasi Utang Rp 41 T

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) dan para kreditur telah menandatangani perjanjian restrukturisasi utang dengan total ekuivalen lebih dari Rp 41 triliun.
Image title
Oleh Lavinda
20 April 2021, 14:01
PANEN TEBU UNTUK MINUMAN
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/foc.
Buruh tani memanen tanaman tebu hijau di Desa Paron, Kediri, Jawa Timur, Minggu (17/5/2020).

Restrukturisasi utang Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) akhirnya rampung, seiring 50 kreditur domestik dan asing sepakat untuk mengatur ulang pinjaman dengan total ekuivalen lebih dari Rp 41 triliun.

Kesepakatan restrukturisasi kredit tercantum dalam penandatanganan Intercreditor Agreement (ICA) dengan seluruh anggota kreditur sindikasi dolar AS dan SMBC Singapore selaku agen.

Penandatanganan ICA dilakukan secara sirkuler antara Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Mohammad Abdul Ghani dan direksi dari 18 kreditur pinjaman sindikasi dolar AS serta SMBC Singapore selaku agen fasilitas.

Fasilitas sindikasi dolar AS dengan batas maksimal US$ 390,6 juta ini merupakan bagian dari restrukturisasi kredit PTPN Group yang nilainya lebih dari Rp 45,3 triliun, dengan utang perbankan mencapai Rp 41 triliun.

Advertisement

Penandatanganan tersebut merupakan bagian dari Perjanjian Perubahan Induk atau Master Amendment Agreement (MAA) Transformasi Keuangan PTPN Group. Sebelumnya, Kesepakatan ini telah ditandatangani oleh perseroan dan para kreditur domestik secara bertahap sejak 29 Januari hingga 15 Maret 2021.

“Penandatangan perjanjian ini merupakan bentuk kepercayaan kreditur sindikasi dalam mendukung upaya transformasi PTPN Group sekaligus menandai terpenuhinya persyaratan pencairan dana investasi pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN)," ujar Abdul Ghani dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/4).

Ke depan, Ghani mengatakan, perusahaan akan berupaya meningkatkan performa keuangan dan operasional serta mengembangkan profil bisnis yang sehat. Dia optimistis restrukturisasi akan mengoptimalkan kinerja jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang. Perseroan juga yakin dapat memenuhi semua kewajiban yang tertuang dalam MAA melalui pelaksanaan berbagai program, terutama perbaikan operasional untuk meningkatkan EBITDA.

“Dengan demikian, kami dapat berkontribusi dalam menjalankan peran sebagai BUMN di bidang perkebunan yang memastikan kemandirian pangan berbasis kelapa sawit dan gula”, kata Ghani.

Di masa mendatang, PTPN Group juga akan memetakan proses bisnis dari seluruh anak usaha untuk memastikan setiap entitas menjalankan bisnis sesuai bisnis inti masing-masing. Setelah itu, ekosistem bisnis perkebunan akan bersinergi demi meningkatkan kontribusi terhadap pemulihan ekonomi nasional.

Dalam hal ini, PTPN Group mengapresiasi kementerian BUMN yang telah membantu perusahaan negara dalam melakukan perbaikan dan restrukturisasi, terutama dengan kreditur.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait