Bisnisnya Sedang Tertekan, Astra Hanya Bagi Dividen Rp 4,6 Triliun

Nilai dividen yang dibagikan Astra International untuk tahun buku 2020 hanya Rp 4,61 triliun atau 28% dari laba bersih. Padahal tahun lalu, total dividen sebesar Rp 8,66 triliun atau 40% dari laba.
Image title
22 April 2021, 11:26
Astra, Dividen astra, bisnis astra
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Gedung Astra (12/8).

PT Astra International Tbk (ASII) bakal membagikan dividen kepada pemegang saham sebesar Rp 4,61 triliun atau 28,5% dari raihan laba bersih tahun lalu yang mencapai Rp 16,16 triliun. Sisa laba bersih Astra tahun lalu senilai Rp 11,54 triliun akan dibukukan sebagai laba ditahan.

Artinya, setiap pemegang saham mendapatkan dividen senilai Rp 114 per saham. Nilai dividen yang dibagikan perusahaan menurun dibanding dividen tahun buku 2019 yang totalnya mencapai Rp 8,66 triliun atau Rp 214 per saham. Besaran dividen tersebut setara 40% dari laba bersih 2019 sebesar Rp 21,7 triliun.

Keputusan dividen itu disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Kamis (22/4). Dividen ini dibayarkan pada 25 Mei 2021 kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham perseroan pada 4 Mei 2021 pukul 16:00 WIB.

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan, walaupun kinerja usaha Astra perlahan membaik pada beberapa bulan terakhir, prospek kinerja tahun ini masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang masih berlanjut.

Advertisement

Seperti diketahui, penjualan mobil yang merosot sepanjang 2020 berdampak buruk terhadap kinerja keuangan Astra. Bisnis otomotif yang lesu membuat perolehan laba bersih Astra menurun hingga 25,54% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 16,16 triliun.

Sebenarnya, laba bersih Astra tahun lalu anjlok 52,63% menjadi Rp 10,28 triliun. Perolehan laba bersih Astra tertolong penjualan saham PT Bank Permata Tbk (BNLI) dengan keuntungan Rp 5,88 triliun.

Dalam RUPST, pemegang saham juga sepakat menerima pengunduran diri Mark Spencer Greenberg selaku Komisaris Astra International. Dengan demikian, susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan berubah menjadi sebagai berikut:

- Presiden Komisaris : Prijono Sugiarto
- Komisaris Independen : Sri Indrastuti Hadiputranto
- Komisaris Independen : Rahmat Waluyanto
- Komisaris Independen : Apinont Suchewaboripont
- Komisaris : Anthony John Liddell Nightingale
- Komisaris : Benjamin William Keswick
- Komisaris : John Raymond Witt
- Komisaris : Stephen Patrick Gore
- Komisaris : Benjamin Birks

Jajaran komisaris ini berlaku terhitung sejak ditutupnya RUPST ini sampai dengan RUPST pada 2023. Kecuali, John Raymond Witt dan Stephen Patrick Gore sampai dengan RUPST 2022.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait