Astra Siap Bersaing di Bisnis Dompet Digital Lewat AstraPay

Astra International siap bersaing ketat dengan GoPay, OVO, DANA, dan LinkAja. Grup bisnis juga ingin melengkapi portofolio layanan jasa keuangan.
Image title
22 April 2021, 15:05
Astra International siap bersaing ketat dengan GoPay, OVO, DANA, dan LinkAja. Grup bisnis juga ingin melengkapi portofolio layanan jasa keuangan.
Katadata
Ilustrasi dompet digital.

PT Astra International Tbk (ASII) siap bersaing ketat dalam menjalankan bisnis uang digital dan dompet elektronik. Melalui aplikasi AstraPay, Astra bakal bersaing dengan kompetitornya, yakni GoPay, OVO, DANA, dan LinkAja.

Direktur Astra Suparno Djasmin mengatakan, ketertarikan Astra ikut ke dalam peta kompetisi uang elektronik untuk melengkapi pelayanan jasa keuangan kepada seluruh pelanggan Astra, baik di jasa keuangan maupun di dalam ekosistem Astra.

"Itu tujuan utama Astra masuk dalam layanan uang eletronik ini," kata Suparno dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (22/4).

Suparno berharap, aplikasi AstraPay ini bisa memperluas layanan Astra. Aplikasi ini beroperasi sebagai bentuk diferensiasi bisnis antara ekosistem dan produk-produk jasa keuangannya.

Advertisement

"Hal yang menjadi fokus kami saat ini sebagai salah satu diferensiasi strateginya," kata Suparno menambahkan.

AstraPay merupakan aplikasi dompet digital besutan anak usaha Astra, PT Astra Digital Astra, yang berfungsi menciptakan efisiensi bagi entitas Grup Astra. Alhasil, perusahaan memperoleh keuntungan yang optimal sehingga konsumen dan karyawan grupmerasakan manfaat.

Selain sinergi dengan sesama Grup Astra, AstraPay juga tidak luput untuk memberikan pelayanan kepada konsumen melalui kerja sama dengan mitra di dalam industri.

AstraPay merupakan uang digital yang bisa digunakan untuk membayar tagihan listrik, air, BPJS, Telkom, TV Kabel, dan Pajak. Selain itu, mampu digunakan untuk membayar cicilan FIF Group, Astra Credit Company, Mucash, dan Toyota Astra Financial.

Lini bisnis finansial Astra menyumbang laba bersih senilai Rp 985 miliar pada Grup Astra pada kuartal pertama 2021. Sayangnya, laba bersih sektor ini tercatat turun hingga 30% dibanding kuartal pertama 2020 yang senilai Rp 1,41 triliun.

Terdapat dua penyebab utama penurunan kinerja sektor jasa keuangan Astra. Pertama, peningkatan provisi guna menutupi kredit bermasalah yang meningkat pada periode tersebut. Kedua, penurunan portofolio pembiayaan pada bisnis pembiayaan konsumen.

Seperti diketahui, nilai pembiayaan baru pada bisnis pembiayaan konsumen Astra menurun 18% menjadi Rp 19,3 triliun, menggambarkan dampak pandemi Covid-19. Kontribusi laba bersih dari Astra yang fokus pada pembiayaan mobil menurun 34% menjadi Rp 249 miliar. Kontribusi laba bersih dari PT Federal International Finance (FIF) yang fokus pada pembiayaan sepeda motor menurun 39% menjadi Rp 410 miliar.

Total pembiayaan baru yang disalurkan oleh unit usaha Astra yang fokus pada pembiayaan alat berat turun sebesar 1% menjadi Rp 1,4 triliun. Kontribusi laba bersih dari divisi ini membaik dari rugi bersih sebesar Rp3 miliar menjadi laba bersih sebesar Rp 13 miliar.

PT Asuransi Astra Buana, perusahaan asuransi umum Grup, mencatat peningkatan laba bersih sebesar 19% menjadi Rp 312 miliar. Terutama disebabkan meningkatnya hasil investasi. Perusahaan asuransi jiwa Astra Life, mencatatkan peningkatan premi bruto sebesar 82% menjadi Rp1,6 triliun.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait