Gudang Garam Gugat Lagi Merek Rokok Gudang Baru, Ini Kronologinya

Gudang Garam mengajukan gugatan ke pengadilan niaga untuk membatalkan merek rokok milik Gudang Baru karena dianggap memiliki kesamaan.
Image title
22 April 2021, 15:41
Gudang Garam mengajukan gugatan ke pengadilan niaga untuk membatalkan merek rokok milik Gudang Baru karena dianggap memiliki kesamaan.
ANTARA FOTO/DESTYAN SUJARWOKO
Pekerja melinting rokok sigaret kretek di salah satu industri rokok di Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (31/5).

Perusahaan rokok asal Kediri, Jawa Timur, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) mengajukan gugatan pembatalan merek milik Gudang Baru kepada pengadilan niaga melalui Pengadilan Negeri Surabaya pada 22 Maret 2021. Gugatan diajukan karena ada kemiripan pada merek dan produk.

Sekretaris Perusahaan Gudang Garam Heru Budiman mengatakan, fakta di lapangan menunjukkan merek pada produk Gudang Baru memiliki kesamaan dengan merek pada produk perseroan. Praktik itu dianggap telah menyesatkan, karena produk milik Gudang Baru berpotensi dianggap bagian dari produk Gudang Garam.

Dengan praktik yang dilakukan Gudang Baru, perseroan pun mengajukan gugatan dengan nomor perkara 3/Pdt.Sus.HKI/Merek/2021 /PN.NiagaSby. Kendati demikian, gugatan tidak memiliki dampak terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan.

Menurut Heru, perkara merek dengan Gudang Baru bukan kali ini saja. Pada 2015 dan 2017 lalu, Mahkamah Agung (MA) memenangkan Gudang Garam terkait dengan perkara merek ini.

Advertisement

"Namun, pihak Gudang Baru masih terus menggunakan merek-merek yang tampak memiliki kesamaan pada pokoknya dengan merek-merek milik Gudang Garam," kata Heru dalam keterbukaan informasi, Kamis (22/4).

Gudang Garam memiliki beberapa portofolio merek saat ini berdasarkan tipenya. Rokok tipe sigaret kretek mesin full flavour (SKM FF), di dalamnya terdapat merek Gudang Garam Filter, Gudang Garam Signature, Surya, maupun Surya Pro.

Rokok tipe Sigaret Kretek Mesin Low Tar Nikotin (SKM LTN) dengan beberapa merek seperti Surya Pro Mild dan GG Mild. Lalu, tipe Sigaret Kretek Tangan (SKT) dengan merek dagang seperti seperti Sriwedari, Djaja, maupun Gudang Garam Merah.

Berdasarkan laporan keuangan, penjualan Gudang Garam sepanjang 2020 mengalami peningkatan 3,57% menjadi Rp 114,47 triliun. Namun, karena biaya cukai dan pajak naik hingga 15%, laba bersih Gudang Garam pun anjlok hingga 29,71% menjadi hanya Rp 7,59 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan, pertumbuhan penjualan tidak berjalan beriringan dengan pertumbuhan biaya yang harus dikeluarkan tahun lalu. Kenaikan biaya lebih tinggi dibandingkan peningkatan pendapatan Gudang Garam.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait