Sederet Aksi Saratoga: Bagi Dividen, Stock Split dan Buy Back Saham

Perusahaan investasi Saratoga Investama Sedaya membagikan dividen Rp 298,43 miliar. Perusahaan juga akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dan membeli kembali (buy back) saham.
Image title
Oleh Lavinda
29 April 2021, 12:54
IHSG DI TUTUP MENGUAT
ANTARA FOTO/Galih Pradipta/pd.
Warga melintas di samping layar yang menampilkan infornasi pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (13/3/2020).

Perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) membagikan dividen Rp 298,43 miliar atau Rp 110 per saham kepada pemegang saham. Perusahaan juga akan melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5.

Tak hanya itu, Saratoga juga berniat membeli kembali saham (buy back) perusahaan sebanyak-banyak 25 juta saham atau 0,92% dari saham disetor. Ketiga keputusan itu disepakati oleh investor dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar di Jakarta, Rabu (28/4).

Presiden Direktur Saratoga Michael W.P. Soeryadjaya menjelaskan pembagian dividen menggambarkan strategi investasi Saratoga berada pada jalur yang tepat.

“Kami yakin bahwa keputusan pembagian dividen dan stock split akan menjadikan Saratoga semakin menarik sebagai partner investasi di pasar modal. Berbagai aksi korporasi ini merupakan komitmen Saratoga untuk mengoptimalkan setiap peluang ditengah tantangan bisnis yang masih akan sangat dinamis,” jelas Michael dalam keterangan tertulis, Kamis (29/4).

Menurut dia, pandemi Covid-19 yang terjadi sejak awal 2020 menimbulkan banyak ketidakpastian dan menurunkan aktivitas ekonomi secara global dan nasional. Namun, dalam situasi yang dinamis dan menantang itu, Saratoga dapat menjaga pertumbuhan portofolio investasi.

Pada 2020, nilai aset bersih atau net asset value (NAV) perseroan tumbuh hingga 38% menjadi Rp 31,37 triliun. Secara detail diketahui, nilai investasi Saratoga di sejumlah perusahaan melonjak. Sebut saja investasi di PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 120% menjadi Rp 10,18 triliun, dan nilai investasi di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) tumbuh 56% menjadi Rp 12,64 triliun.

Berdasarkan paparan publik, Saratoga juga menambah investasi di PT Mulia Bosco Logistik dari kepemilikan sebelumnya 7,5% menjadi 23,7% melalui skema rights issue. Tak hanya itu, Saratoga juga menambah kepemilikan saham perseroan di PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) sebanyak 4,34 % bulan ini.

Selama pandemi, menurut Michael, strategi perusahaan adalah berfokus mempertahankan operasional, baik pada perusahaan induk maupun seluruh perusahaan portofolio investasi.

"Dengan tetap mengutamakan prinsip prudent (kehati–hatian) dalam mengelola semua risiko dan menerapkan strategi diversifikasi,” ungkapnya.

Kendati demikian, pendapatan dividen pada 2020 menyusut menjadi Rp 750 milliar dari raihan tahun sebelumnya mencapai Rp 1,99 triliun. Penyusutan paling tinggi dikontribusi oleh Mitra Pinasthika Rp 210 miliar dari pendapatan dividen tahun sebelumnya mencapai Rp 1,1 triliun.

Selain itu, pendapatan dividen PT Adaro Energy Tbk (ADRO) Rp 215 miliar dari semula Rp 593 miliar, Tower Bersama memberi pendapatan dividen Rp 214 miliar dari Rp 206 miliar, dan PT Provident Agro Tbk (PALM) Rp 105 miliar, dan sisanya dividen lain-lain Rp 6 miliar.

Dalam laporan keuangan 2020, perusahaan milik Sandiaga Uno ini membukukan laba tahun berjalan Rp 8,82 triliun atau naik 20% dari raihan tahun sebelumnya Rp 7,3 triliun. Hal itu sebagian besar dikontribusi dari keuntungan bersih atas investasi pada saham dan efek ekuitas lain sebesar Rp 8,4 triliun, atau naik 35% dari Rp 6,2 triliun. Selain itu, disumbang pula oleh penghasilan dividen, bunga, dan investasi lainnya Rp 768 miliar. Angka itu merosot tajam hingga 62% dari raihan semula Rp 2,01 triliun.

Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan mengatakan Saratoga akan mengoptimalkan investasi di lini bisnis sesuai kebutuhan utama masyarakat demi memulihkan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.

Hal itu ditunjukkan melalui ekspansi perusahaan jasa layanan medis dan rumah sakit PT Famon Awal Bros Sedaya (Primaya Hospital). Pada semester I 2020, perusahaan akan meluncurkan empat rumah sakit baru untuk melengkapi sembilan rumah sakit yang telah beroperasi. Selain itu, Tower Bersama juga terus memperkuat infrastruktur telekomunikasi dengan mengakuisisi 3.000 menara dari PT Inti Bangun Sejahtera Tbk. (IBST). 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait