Sempat Rugi, Perusahaan Sandiaga Uno Kini Raup Laba Bersih Rp 1,15 T

Perusahaan milik Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan laba bersih Rp 1,15 triliun pada kuartal I 2021, atau berbalik dari catatan rugi Rp 6,01 triliun tahun sebelumnya.
Image title
30 April 2021, 16:58
Perusahaan milik Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan laba bersih Rp 1,15 triliun pada kuartal I 2021, atau berbalik dari catatan rugi Rp 6,01 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.
Karyawan membersihkan lantai di depan layar yang menampilkan informasi pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) membukukan laba bersih senilai Rp 1,15 triliun pada kuartal I 2021, atau berbalik dari catatan rugi Rp 6,01 triliun yang harus dialami perusahaan milik pebisnis Edwin Soeryadjaya dan Sandiaga Uno itu pada kuartal I  2020.

Berdasarkan laporan keuangan Saratoga yang diunggah melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), raihan laba bersih perusahaan sektor investasi itu berasal dari keuntungan atas investasi pada saham dan efek ekuitas lainnya mencapai Rp 1,12 triliun pada kuartal I 2021. Hal itu bertolak belakang dengan kondisi kuartal I 2020 ketika perusahaan harus menanggung kerugian atas investasi pada saham dan ekuitas lainnya senilai Rp 5,9 triliun.

Kondisi ini sejalan dengan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) yang naik 0,11% pada kuartal i 2021. Berbeda dengan pergerakan IHSG pada tiga bulan pertama tahun lalu yang merosot hingga 27,95% di tengah pandemi Covid-19 yang melanda banyak negara.

Saratoga memiliki tiga jenis perusahaan dalam portofolio investasinya. Sektor infrastruktur tercatat mendatangkan keuntungan Rp 3,4 triliun, dari posisi sebelumnya yang rugi Rp 2,51 triliun. Portofolio saham di sektor infrastruktur milik Saratoga salah satunya, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) dengan kepemilikan tidak langsung melalui PT Wahana Anugerah Sejahtera sebesar 34,23%. Nilai wajar kepemilikan Saratoga di TBIG senilai Rp 16,05 triliun atau naik 27% dari Desember 2020 senilai Rp 12,64 triliun.

Advertisement

Di sektor sumber daya alam, portofolio investasi Saratoga masih membukukan kerugian senilai Rp 2,56 triliun, meski membaik dari kerugian periode sebelumnya, Rp 3,06 triliun.

Dari sektor ini, Saratoga memiliki saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) secara langsung sebesar 3,67%, dan melalui PT Adaro Strategic Capital 25% dan PT Adaro Strategic Lestari 29,79%. Secara total, nilai wajarnya senilai Rp 5,7 triliun pada maret 2021 atau turun 17,83% dari Rp 6,94 triliun pada Desember 2021.

Saham lainnya yang dimiliki Saratoga di sektor sumber daya alam adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan kepemilikan langsung 19,13%. Nilai wajar saham ini Rp 9 triliun pada triwulan I-2021, turun 11,52% dibandingkan Desember 2020.

Segmen lain yang masuk dalam portofolio saham Saratoga adalah produk konsumen. Saratoga berhasil membukukan keuntungan Rp 246,85 miliar pada tiga bulan pertama tahun ini. Padahal pada periode yang sama tahun lalu mengalami kerugian investasi hingga Rp 483,21 miliar.

Saratoga menambah investasi langsung pada PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) sebesar 52,21%. Nilai wajar pada saham ini Rp 1,31 triliun pada kuartal I 2021, atau naik 14,34% dari Rp 1,15 triliun pada Desember 2020.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait