Berniat Kuasai Matahari Department Store, BidCo Punya Grup Lippo?

Calon pengendali Matahari Department Store, BidCo, merupakan perusahaan Auric Bespoke dan OUE Retail Holdings Pte. Ltd. Menariknya, Auric Bespoke dimiliki oleh pendiri Grup Lippo Stephen Riady.
Lavinda
Oleh Lavinda
7 Mei 2021, 13:28
Calon pengendali Matahari Department Store, BidCo, merupakan perusahaan Auric Bespoke dan OUE Retail Holdings Pte. Ltd. Menariknya, Auric Bespoke dimiliki oleh pendiri Grup Lippo Stephen Riady.
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp.
Ilustrasi Department Store.

 

 

Perusahaan asal Singapura, Auric Digital Retail Pte. Ltd (BidCo), mengumumkan niatnya menjadi pemegang saham pengendali PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Bagaimana profil BidCo?

Pada 5 Mei 2021, BidCo mengumumkan niat menguasai mayoritas saham LPPF dengan membuka penawaran tender sukarela terhadap maksimal 1,05 miliar atau 40% dari jumlah seluruh saham Matahari.  

Advertisement

"Pada saat pernyataan tender sukarela ini diumumkan (5 Mei 2021), BidCo memiliki 500 juta saham LPPF," kata manajemen Auric Digital Retail Pte. Ltd dalam keterbukaan informasi, Rabu (5/5).

Selanjutnya, kepemilikan BidCo akan bertambah 10,12 persen setelah membeli 139,82 juta saham LPPF dari Greater Universal Limited dan 125,98 juta saham dari OUE Investments Pte.

 

Jika berhasil membeli 40 persen lewat tender sukarela, total saham yang akan dimiliki BidCo bisa mencapai 50,12 persen dari total saham, dan otomatis akan menjadi pemegang saham pengendali LPPF. Saat ini, pemegang saham pengendali LPPF adalah PT Multipolar Tbk (MLPL), induk usaha Grup Lippo, dengan kepemilikan saham 19,42 persen.

Harga saham yang ditawarkan dalam tender sukarela sebesar Rp 1.530 per saham. Dengan harga penawaran tersebut, BidCo diperkirakan menggelontorkan dana senilai Rp 1,6 triliun untuk melaksanakan tender wajib ini.

Sejak lama, Grup Lippo seringkali melakukan jual beli saham dengan perusahaan terafiliasi. Pada transaksi terbaru, Lippo melakukan hal yang sama. Menurut penelusuran D-Insights, pemegang saham BidCo adalah Auric Bespoke dengan kepemilikan 60 persen dan OUE Retail Holdings Pte. Ltd sebesar 40 persen.

Hal yang menarik, Auric Bespoke dimiliki oleh pendiri Grup Lippo Stephen Riady, dan sang menantu Andy Adhiwana. Sementara itu, OUE Retail merupakan entitas bisnis properti Lippo di Singapura. Mengutip Bloomberg, pemegang saham mayoritas OUE Limited adalah Argyle Street Management Holdings Ltd, perusahaan investasi asal Hong Kong dengan kepemilikan 65 persen.

Menurut analisis D-Insights, rencana BidCo mengendalikan saham Matahari Departement Store tidak lepas dari keinginan Lippo untuk mengonsolidasikan perusahaan dengan entitas properti miliknya di Singapura. Selama ini, OUE Retail menjadi perpanjangan tangan Lippo untuk merambah pasar properti global.

Pada 2017, OUE mengakuisisi OUE Lippo Healthcare Limited, penyedia layanan dan fasilitas perawatan kesehatan terintegrasi. Disusul akuisisi terhadap First REIT Management Limited pada 2018.

Pada 2019, OUE masuk pasar sektor ritel konsumen lewat bendera OUE Restoran. Di Singapura, OUE Limited merupakan pemilik gedung OUE Bayfront, pusat belanja Downtown Gallery, dan gedung residensial Twin Peaks.

Kepemilikan saham Lippo di OUE Limited belum jelas diketahui. Namun yang pasti, keluarga Lippo yakni Stephen dan Brian Riady tercatat sebagai dewan direksi OUE Limited.

Dalam prospektus penawaran tender sukarela, BidCo mengungkapkan tujuan menguasai saham LPPF adalah untuk mengelola departement store dengan strategi baru yang bisa meningkatkan prospek bisnis, sehingga bisa meningkatkan performa saham LPPF. Perusahaan meyakini bahwa pengalaman dan keahlian perusahaan yang memadai di sektor konsumen, ritel, dan digital.

Aksi penawaran tender sukarela oleh BidCo mendapat respons Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas bursa itu akhirnya meminta penjelasan kepada pihak manajemen LPPF, termasuk menanyakan apakah BidCo merupakan pihak terafiliasi dengan perusahaan. 

Menanggapi hal itu, Direktur Hukum dan Sekretaris Perusahaan Matahari Department Store Miranti Hadisusilo mengatakan, LPPF tidak mempunyai informasi lebih dari informasi yang dimuat dalam pengumuman penawaran tender sukarela.

Menurut dia, tim manajemen perusahaan tidak terkait dalam hal apapun yang melibatkan pergerakan pemegang saham manapun. "Hal itu sepenuhnya merupakan kewenangan dari masing-masing pemegang saham," ujar Miranti dalam keterangan tertulis menjawab Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/5).

Saat ini, perusahaan berfokus pada perdagangan musim Idulfitri, dan mengoptimalkan semua peluang pendapatan potensial di tengah lingkungan pandemi Covid-19 yang menantang.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait