Perusahaan Aplikasi Digital Erick Thohir Dapat Dana dari Kenangan Fund

Sebelumnya, PT Mahaka Digital Inovasi (MDI), entitas bisnis Erick Thohir memperoleh komitmen pendanaan dari Alpha JWC Ventures dan Kinesys Group.
Image title
20 Mei 2021, 14:53
Sebelumnya, PT Mahaka Digital Inovasi (MDI), entitas bisnis Erick Thohir memperoleh komitmen pendanaan dari Alpha JWC Ventures dan Kinesys Group.
ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A
Menteri BUMN Erick Thohir.

PT Mahaka Digital Inovasi (MDI), entitas bisnis PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) milik pengusaha sekaligus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, akan memperoleh pendanaan dari Kenangan Fund. 

Sebelumnya, dua investor, Alpha JWC Ventures dan Kinesys Group juga menyatakan komitmen untuk menyuntikkan modal ke MDI.

MDI merupakan anak usaha Mahaka Radio yang mengelola aplikasi Noice, yakni platform bisnis radio digital, musik, dan podcast. Sementara itu, Kenangan Fund merupakan inisiatif permodalan bagi investor individu atau angel investor yang dibentuk oleh pendiri produk Kopi Kenangan.

Namun ketika diminta tanggapan terkait nilai investasi, Direktur Utama Mahaka Radio Integra Adrian Syarkawie mengatakan, pihaknya belum bisa informasi tersebut kepada masyarakat umum. Adrian hanya berhadap kolaborasi dengan Kenangan Fund bisa membuka pintu kolaborasi-kolaborasi lain yang lebih dalam.

"Kalau nilainya, saya masih belum bisa announce (umumkan). Kalau yang confirm baru tiga venture capital (Alpha JWC Ventures, Kinesys Group, dan Kenangan Fund)," kata Adrian kepada Katadata.co.id, Kamis (20/5).

Adrian mengungkapkan, selain tiga perusahaan investasi tersebut, belum ada investor lain yang menyatakan niat menyuntikkan dana, termasuk Northstar Pacific yang sempat dikabarkan tertarik berinvestasi di MDI.

Sebelumnya, Adrian menargetkan suntikan modal dari para investor untuk anak usahanya bisa dilakukan pada kuartal kedua 2021. Sebagai induk usaha dan perusahaan terbuka, menurut Adrian, Mahaka Radio Integra harus mengikuti syarat-syarat dari sisi Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun OJK. 

"Kalau target saya pribadi, tahun ini selesai di kuartal kedua (2021), kita lihat, mudah-mudahan. Tapi kan proses legal kadang-kadang bisa cepat, bisa lambat karena beberapa proses yang mesti dilakukan," ujar Adrian Syarkawie kepada Katadata.co.id, Rabu (7/4).

Salah satu pendiri Kenangan Fund, Edward Tirtanata menyampaikan, Noice adalah produk lokal yang memiliki potensi besar dan menjanjikan. Menurut dia, salah satu potensi ialah melalui konten audio lokal atau local audio content on demand.

Edward mengatakan, akan ada kesempatan berkolaborasi lebih jauh, khususnya dengan produk Kopi Kenangan yang dikembangkan olehnya.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait