Akhiri 8 Tahun Rugi, Krakatau Steel Cetak Laba Rp 339 Miliar pada 2020

Pada 2021, Krakatau Steel menargetkan pendapatan bisa meningkat 43% menjadi Rp 28 triliun.
Image title
25 Mei 2021, 13:28
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) akhirnya mencatatkan kinerja positif pada 2020 dengan raihan laba bersih US$ 23,67 juta atau setara dengan Rp 339,28 miliar (kurs: Rp 14.331), setelah delapan tahun merugi.
Arief Kamaludin | Katadata
Logo Krakatau Steel di Cilegon, Rabu, (26/11).

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) akhirnya mencatatkan kinerja positif pada 2020 dengan raihan laba bersih US$ 23,67 juta atau setara dengan Rp 339,28 miliar (kurs: Rp 14.331), setelah delapan tahun merugi. Terakhir pada 2019, Krakatau Steel masih rugi bersih US$ 503,65 juta atau setara Rp 7,21 triliun.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, restrukturisasi dan transformasi yang berdampak pada efisiensi serta peningkatan produktivitas sangat berpengaruh pada perolehan laba Krakatau Steel pada 2020.

“Dengan Krakatau Steel yang semakin efisien dan produktif, kami menjadi lebih kompetitif dalam melakukan aktivitas usaha kami yang berdampak pada peningkatan kinerja," kata Silmy.

Dengan segala perbaikan fundamental ini, Silmy meyakini Krakatau Steel dapat mempertahankan keuntungan untuk di tahun-tahun mendatang. Pada 2021, perseroan menargetkan pendapatan bisa meningkat 43% menjadi Rp 28 triliun.

Advertisement

Menteri BUMN Erick Thohir selaku perwakilan pemegang saham, menyatakan apresiasi kepada manajemen Krakatau Steel yang berhasil melakukan pembalikan kinerja atau turn around perusahaan. Sebelumnya, selama delapan tahun berturut-turut Krakatau Steel mengalami kerugian.

“Krakatau Steel telah berhasil melakukan restrukturisasi dan transformasi dengan baik. Saya meyakini kinerja Krakatau Steel akan semakin baik ke depannya,” ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/5).

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan neto perusahaan milik pemerintah tersebut tercatat menurun 4,72% menjadi senilai US$ 1,35 miliar pada 2020, dari raihan omzet pada 2019 yang senilai US$ 1,42 miliar.

Pendapatan mayoritas Krakatau Steel masih berasal dari penjualan produk baja di dalam negeri yang nilainya mencapai US$ 1,04 miliar, relatif stagnan dibandingkan tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan juga ikut turun 13,47% pada 2020 menjadi US$ 1,21 miliar, dari semula senilai US$ 1,4 miliar.

Dengan efisiensi tersebut, laba bruto Krakatau Steel 2020 senilai US$ 138,78 juta, meroket hingga 721% dari US$ 16,89 juta pada 2019. Apalagi, beberapa pos beban lainnya juga menurun yang membuat profitabilitas Krakatau Steel terjaga.

Seperti beban penjualan yang senilai US$ 27,74 juta atau turun 18,88% dari US$ 34,2 juta. Beban umum dan administrasi senilai US$ 88,17 juta, turun 51,42% dari US$ 181,49 juta. Lalu, beban operasi lainnya senilai US$ 13,52 juta atau turun 95,24% dari US$ 284,26 juta.

Penurunan beban keuangan yang dilakukan manajemen Krakatau Steel sepanjang tahun lalu, membuat Krakatau Steel mencatatkan laba operasi senilai US$ 166,65 juta, jauh lebih baik dibandingkan rugi operasi US$ 448,76 juta pada 2019.

Salah satu beban besar yang perlu dikeluarkan oleh Krakatau Steel tahun lalu adalah biaya keuangan senilai US$ 138,34 juta. Biaya tersebut juga mampu diturunkan 7,77% dibandingkan 2019 senilai US$ 150 juta.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait