Bambang Brodjonegoro dan Abdee Slank Jadi Komisaris Telkom

Telkom membagikan dividen Rp 16,64 triliun kepada pemegang saham untuk tahun buku 2020, meningkat 9% dari tahun buku 2019 Rp 15,26 triliun.
Image title
28 Mei 2021, 18:23
Pemegang saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sepakat merombak jajaran komisaris perusahaan.
Telkomsel
Jaringan internet Telkomsel, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Pemegang saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sepakat merombak jajaran komisaris perusahaan. Mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro ditunjuk sebagai komisaris utama menggantikan Rhenald Kasali.

Perubahan jajaran dewan komisaris disepakati oleh para investor dan pemerintah yang diwakili Kementerian BUMN pimpinan Erick Thohir sebagai pemegang saham pengendali, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (28/5).

Pemerintah juga mengangkat beberapa nama tokoh ternama dalam jajaran komisaris. Salah satunya, personil bank Slank, Abdi Negara Nurdin atau lebih akrab disapa Abdee Slank diangkat sebagai komisaris independen. Bono Daru Adji juga diangkat menjadi komisaris independen baru Telkom.

Berikutnya, komisaris baru Telkom lainnya adalah Isa Rachmatarwata yang merupakan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Lalu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Mahendra Sinulingga juga diangkat menjadi Komisaris Telkom.

Advertisement

Dari jajaran Direksi, Erick Thohir menunjuk Bogi Witjaksono sebagai Direktur Wholesale & International Service Telkom menggantikan Dian Rachmawan. Sementara, jabatan Direktur Keuangan nomenklaturnya diganti menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengapresiasi perubahan susunan pengurus Telkom ini. "Kami berharap nilai-nilai positif yang telah dibangun dapat terus terpelihara dan dikembangkan untuk kemajuan Perseroan," kata Ririek.

 

Bagi Dividen Rp 16,64 Triliun

Selain itu, Telkom juga baru saja membagikan dividen sebesar Rp 16,64 triliun kepada pemegang saham untuk tahun buku 2020, meningkat 9% dari tahun buku 2019 Rp 15,26 triliun. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar, Jumat (28/5).

Dividen yang dibagikan oleh Telkom setara dengan 80% dari perolehan laba bersih 2020 yang senilai Rp 20,80 triliun atau naik 11,5% dari Rp 18,66 triliun pada 2019. Sisanya, sebesar 20% atau Rp 4,16 triliun dialokasikan sebagai laba ditahan.

Adapun dividen yang akan diterima pemegang saham adalah sebesar Rp 168,01 per lembar saham. Pemerintah selaku pemegang saham mayoritas Telkom, mendapatkan setoran dividen senilai Rp 8,66 triliun karena memiliki 51,6 miliar unit saham atau 52,09%.

Pembayaran dividen tahun buku 2020 tersebut akan dilakukan selambat-lambatnya pada 2 Juli 2021. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 10 Juni 2021 sampai dengan pukul 16.15 WIB.

Dengan adanya perubahan susunan pengurus, jajaran Komisaris dan Direksi Telkom yang baru adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama/Komisaris Independen: Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro
Komisaris Independen: Wawan Iriawan
Komisaris Independen: Bono Daru Adji
Komisaris Independen: Abdi Negara Nurdin
Komisaris: Marcelino Pandin
Komisaris: Ismail
Komisaris: Rizal Mallarangeng
Komisaris: Isa Rachmatarwata
Komisaris: Arya Mahendra Sinulingga

Dewan Direksi
Direktur Utama: Ririek Adriansyah
Direktur Strategic Portfolio: Budi Setyawan Wijaya
Direktur Enterprise & Business Service: Edi Witjara
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Heri Supriadi
Direktur Network & IT Solution: Herlan Wijanarko
Direktur Wholesale & International Service: Bogi Witjaksono
Direktur Digital Business: Muhamad Fajrin Rasyid
Direktur Human Capital Management: Afriwandi
Direktur Consumer Service: FM Venusiana R.

 

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait