Wings Group Kembangkan Bank Digital, Bidik Dana IPO Rp 774 Miliar

Image title
7 Juni 2021, 12:38
PT Bank Multiarta Sentosa, bank milik Wings Group, berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) dengan target raihan dana mencapai Rp 774,7 miliar.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Sejumlah pelaku perbankan dan pasar modal mengikuti vaksinasi COVID-19 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

PT Bank Multiarta Sentosa, bank milik Wings Group, berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) dengan target raihan dana mencapai Rp 774,7 miliar.

Sebanyak 85% dana hasil penjualan saham akan digunakan untuk menyalurkan kredit. Sisanya, 15% untuk mengembangkan sistem bank digital atau digital banking.

Berdasarkan prospektus awal yang terbit pada 7 Juni 2021, perusahaan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 186,17 juta unit saham ke publik dengan nominal Rp 1.000 per saham. Jumlah saham tersebut setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh usai IPO.

Bank Multiarta Sentosa dibantu oleh PT BCA Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi efek untuk menawarkan saham baru pada kisaran harga Rp 3.000 hingga Rp 4.000 setiap saham. 

Dijelaskan, dana yang diperoleh dari IPO ini digunakan untuk memperkuat modal perusahaan. Per 2020, modal inti Bank Multiarta Sentosa baru Rp 1,89 triliun. Padahal, berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang konsolidasi bank umum, perusahaan harus memiliki modal inti minimum bank senilai Rp 3 triliun. 

Kembangkan Sistem Bank Digital

Rencananya, pengembangan digital banking akan dilaksanakan pada 2021 dan 2022. Sampai saat ini, manajemen Bank Multiarta mengaku masih dalam tahap memilih vendor.

Pengembangan sistem berupa, layanan self-service pada kantor bank, pengembangan layanan akun virtual, debit menggunakan kode QR atau QR code debit, dan sistem penarikan tunai tanpa kartu atau cardless cash withdrawal.

Pengembangan digital juga menyasar pada pengembangan layanan pendaftaran konsumen atau customer onboarding. Pengembangan layanan ini bisa memudahkan staf bank untuk dapat langsung memproses pembukaan rekening di lokasi nasabah.

Manajemen Bank Multiarta Sentosa mengaku masih optimis melihat prospek bisnis perbankan di tengah pandemi Covid-19. Di era yang bergejolak ini manajemen yakin untuk melakukan aksi korporasi agar dapat berkembang lebih besar dan memiliki beberapa rencana.

Salah satu rencana usaha bank yakni, mengembangkan ekosistem dari Grup Wings karena memiliki banyak perusahaan anak dan luasnya jaringan Grup Wings. Hal ini dinilai membuka peluang tinggi untuk mengkonsolidasikan nasabah-nasabah grup agar dapat membuat jaringan bank yang besar di bawah naungan grup ini.

"Peluang transaksi dengan supplier, distributor, agen, dan toko kelontong hingga karyawan akan berada di bawah bendera grup. Hal ini akan menciptakan ekosistem baru menjadikan sebuah peluang untuk masa depan yang baru," kata Manajemen Bank Multiarta Sentosa dikutip dari prospektus.

Advertisement

Dengan rencana pengembangan layanan digital dan penerapan Layanan Keuangan tanpa Kantor untuk Keuangan Inklusif (Laku Pandai), akan meningkatkan kapabilitas menggarap ekosistem Grup Wings. Bank akan menggandeng toko-toko dan warung pelanggan Wings untuk menjadi agen agar inklusi keuangan dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Sebelum IPO terlaksana, Bank Multiarta Sentosa dimiliki oleh tiga pihak yaitu PT Danabina Santana sebesar 70%, PT Multi Anekadana Sakti sebesar 25%, dan PT Halim Sakti sebesar 5%. Multi Anekadana Sakti dan Danabina Santana, merupakan perusahaan yang dikendalikan oleh PT Lumbung Artakencana dengan kepemilikan di masing-masing perusahaan mencapai 80%.

Lumbung Artakencana ini, dimiliki oleh Hanny Sutanto sebesar 17,32% yang merupakan putra Harjo Sutanto pendiri Wings Group. Harjo Sutanto juga tercatat memiliki 4,54% saham Lumbung Artakencana. Selain itu, beberapa keluarga Sutanto juga tercatat miliki saham perusahaan tersebut.

Dengan asumsi terjualnya seluruh saham yang ditawarkan dalam IPO ini, maka susunan pemegang saham Bank Multiarta Sentosa, yaitu Danabina Sentana memiliki 59,5%, lalu Multi Anekadana Sakti memiliki 21,25% saham bank, dan Halim Sakti memiliki 4,25% saham.

Sementara itu, masyarakat memiliki sebanyak 14,85% saham Bank Multiarta Sentosa. Karena menjalankan program employee stock allocation (ESA), maka karyawan akan memegang sebesar 0,15% saham bank tersebut.

Jadwal sementara masa penawaran awal pada 7-15 Juni 2021. Sementara masa penawaran umum dijadwalkan pada 23-25 Juni 2021. Sementara, perkiraan tanggal pencatatan saham Bank Multiarta Sentosa di Bursa Efek Indonesia pada 29 Juni 2021.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait