Merosot di Bawah Level 6.000, IHSG Diprediksi Kembali Turun Hari Ini

Image title
9 Juni 2021, 06:39
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot hingga 1,16% menjadi 5.999 pada perdagangan Selasa (8/6). Penurunan di bawah level 6.000 masih berpotensi terjadi pada perdagangan Rabu (9/6),
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
Karyawan memegang kacamata miliknya saat mengamati pergerakan harga saham di Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup merosot hingga 1,16% menjadi 5.999 pada perdagangan Selasa (8/6). Penurunan di bawah level 6.000 masih berpotensi terjadi pada perdagangan Rabu (9/6), seiring sentimen data harga konsumen di Amerika Serikat dan potensi pengurangan stimulus ekonomi di Negeri Paman Sam.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal, IHSG diperkirakan masih tertekan mencoba menutup kesenjangan (gap) yang terbentuk. Area support dan resistance ada di level 5.946 dan 6.049.

"Fokus investor beralih ke data harga konsumen pada Kamis (10/6) di Amerika Serikat yang mungkin menawarkan petunjuk tentang seberapa jauh Federal Reserve dapat menunda pengurangan stimulus," kata Lanjar dalam riset tertulisnya.

Secara teknikal, saham-saham yang masih dapat dicermati, di antaranya PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP).

Berdasarkan analisis secara teknikal, Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper Jordan memperkirakan tren pelemahan IHSG akan berlanjut. "Sehingga dalam jangka menengah, diperkirakan IHSG akan kembali ke tren konsolidasi," katanya.

Berdasarkan analisisnya, area resistance ada di level 6.105 dan 5.052, sementara area support ada di level 5.969 dan 5.939.

Ada beberapa saham yang menurut Dennies layak untuk menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini, di antaranya PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), dan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, IHSG masih berpotensi untuk berada dalam fase konsolidasi wajar hari ini. Berdasarkan analisisnya, area pergerakan indeks ada di level 5.932 dan 6.123.

Menurutnya, gelombang tekanan dalam pergerakan IHSG masih terlihat akan berlanjut. Namun, selama support level terdekat dapat tahan uji, maka IHSG masih berpeluang untuk kembali pada jalur naik di masa selanjutnya.

"Kuatnya fundamental perekonomian Indonesia yang terlihat dari data yang telah terlansir juga akan turut menopang pergerakan IHSG hingga beberapa waktu mendatang," kata William.

William mengatakan, beberapa saham bisa menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini, di antaranya PT Astra International Tbk (ASII), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).

Advertisement
Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait