Susul Citilink, Lion Air Group Buka Rute di Purbalingga Akhir Juni

Bandara Soedirman mulai beroperasi 3 Juni lalu, dan dikelola oleh Angkasa Pura 2. Sebelum Lion Air, maskapai yang sudah beroperasi di Bandara Soedirman ialah Citilink.
Image title
Oleh Lavinda
14 Juni 2021, 10:01
Di tengah pandemi Covid-19 yang membuat mobilitas masyarakat terbatas, Lion Air Group melalui Wings Air akan membuka penerbangan baru dengan rute Jakarta-Purbalingga-Semarang dan sebaliknya pada akhir Juni 2021.
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/aww.
Sejumlah armada pesawat Lion Air Group terparkir di Apron Terminal 1 C Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (30/4/2020).

Di tengah pandemi Covid-19 yang membuat mobilitas masyarakat terbatas, Lion Air Group melalui Wings Air akan membuka penerbangan baru dengan rute Jakarta-Purbalingga-Semarang dan sebaliknya pada akhir Juni 2021.

Dikutip dari Antara, President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan Wings Air akan membuka penerbangan baru di Bandara Jenderal Besar Soedirman.

"Pertemuan sudah dilakukan, dan dalam waktu dekat pada akhir Juni 2021 direncanakan Lion Air Group melalui Wings Air akan membuka rute baru," kata Muhammad Awaluddin dikutip dari Antara, Minggu (13/6).

Bandara Soedirman mulai beroperasi 3 Juni lalu, dan dikelola oleh Angkasa Pura 2. Sampai saat ini, maskapai yang sudah beroperasi di Bandara Soedirman ialah Citilink, anak usaha Garuda Indonesia Group. Citilink membuka rute Jakarta - Purbalingga - Surabaya dan Surabaya - Purbalingga - Jakarta dengan masing-masing 4 pergerakan penerbangan.

Advertisement

Saat ini, dia mengatakan, tingkat keterisian penumpang (load factor) untuk rute dari dan ke Jakarta saat baru dibuka tercatat 70% dan kini sudah meningkat menjadi 80 persen. Sementara untuk rute dari dan ke Surabaya dari sekitar 25% saat baru dibuka, kini meningkat jadi sekitar 40%.

Proyek Bandara Soedirman dikerjakan oleh PT Hutama Karya, bekerja sama dengan PT Nur Straits Engineering. Hutama Karya mengerjakan tiga proyek pengembangan bandara ini. Pertama, membangun apron yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat terbang komersial. Selepas membangun apron, proyek dilanjutkan dengan menggarap taxiway dan runaway yang merupakan jalan penghubung antara landasan pacu dan pelataran pesawat terakhir.

Pengerjaaan proyek dilakukan secara bertahap. Pertama, bisa digunakan dengan pesawat type ATR 72. Kedua, bisa digunakan pesawat sekelas Boeing 737 Max. Selanjutnya, pengembangan bandara akan dilanjutkan pada triwulan I 2022 dan ditargetkan selesai pada triwulan I 2023.

Awaluddin juga mengapresiasi para pemangku kepentingan yang sudah berkolaborasi sehingga utilisasi dan produktivitas Bandara Soedirman terus meningkat di tengah pengembangan bandara yang masih terus berlanjut. Menurut dia, kolaborasi lintas instansi tersebut dapat memperkuat konektivitas udara yang pada akhirnya mampu mendukung pertumbuhan perekonomian.

"Kolaborasi ini mampu mempercepat produktivitas Bandara Jenderal Besar Soedirman," ujarnya.

Sebagai bandara yang baru dibangun dan dalam tahap pengembangan, kata dia, bandara ini produktif dan memperhatikan keamanan, keselamatan, pelayanan, melalui pemenuhan berbagai regulasi (security, safety, service through compliance atau 3S+1C).

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait