Perkuat Industri Manufaktur, Krakatau Steel dan PT PPA Bersinergi

Lavinda
Oleh Lavinda
17 Juni 2021, 10:26
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PPA) bersinergi untuk memenuhi kebutuhan produk baja nasional.
Arief Kamaludin | Katadata
Logo Krakatau Steel di Cilegon, Rabu, (26/11).

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (PPA) bersinergi untuk memenuhi kebutuhan produk baja nasional. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan perwakilan dari kedua perusahaan.

Melalui kerja sama ini, PPA akan menjadi sentra pengadaan untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) manufaktur dalam klaster Danareksa-PPA. Dengan begitu, PPA dapat memberi akses suplai bahan baku baja dengan harga terbaik dan proses yang efisien. 

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Komersial Krakatau Steel Melati Sarnita dan Direktur Investasi 1 dan Restrukturisasi PT PPA Rizwan Rizal Abidin secara virtual, Rabu (16/6).

Direktur Utama PT PPA Yadi Jaya Ruchandi mengatakan, perusahaan akan menjadi pusat pengadaan yang menjamin ketersediaan bahan baku baja kepada BUMN manufaktur.  Sinergi ini merupakan upaya untuk memperkuat ekosistem BUMN dan menciptakan nilai serta manfaat lebih besar bagi pemangku kepentingan. 

“Pada tahap awal, volume kebutuhan baja dari BUMN manufaktur di PT PPA mencapai 15.000 ton, dan pada tahun-tahun ke depan diharapkan akan bertambah signifikan,” ujar Yadi dalam keterangan tertulis, Rabu (16/6).

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menyatakan kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat industri manufaktur dan infrastruktur yang membutuhkan produk baja dan produk turunannya di Indonesia. Hal itu tentu dengan tetap berpegang pada prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Menurut dia, sinergi tersebut akan memberi kesempatan lebih besar kepada BUMN di klaster manufaktur dalam membantu jaminan pemenuhan kebutuhan baja yang berkesinambungan. "Baik untuk kepentingan bisnisnya maupun proyek infrastruktur yang dijalankan oleh pemerintah demi mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Silmy.

Silmy mengapresiasi PPA yang sudah menjadi jembatan antara Krakatau Steel dan industri pengguna baja. Kemitraan ini dapat mendorong perkembangan bisnis baja di Krakatau Steel yang akan membantu proses penguatan industri baja nasional sekaligus percepatan pemulihan ekonomi nasional.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait