Erick Thohir Imbau Krakatau Steel Tingkatkan Bantuan Oksigen Medis

Krakatau Steel memiliki alokasi oksigen cukup besar yang selama ini digunakan sebagai bagian proses produksi baja.
Image title
Oleh Lavinda
14 Juli 2021, 06:30
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus menambah bantuan oksigen medis, seiring kebutuhan yang terus meningkat di tengah pandemi Covid-19.
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.
Menteri BUMN Erick Thohir bersiap menyampaikan keterangan pers di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus menambah bantuan oksigen medis, seiring kebutuhan yang terus meningkat di tengah pandemi Covid-19.

Krakatau Steel memiliki alokasi oksigen cukup besar yang selama ini digunakan sebagai bagian proses produksi baja. Gas berasal dari Pabrik Gas Industri yang dimiliki perusahaan di Cilegon, Banten.

Kini, kapasitas oksigen tersebut dialihkan untuk membantu ketersediaan oksigen di rumah sakit, fasilitas kesehatan, dan instansi pemerintah yang tersebar di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. 

Ke depan, Erick mengimbau perusahaan baja pelat merah itu tak berhenti menyalurkan bantuan oksigen ke sejumlah rumah sakit, terutama di daerah-daerah dengan tingkat kasus positif Covid-19 yang tinggi. Hal itu dilakukan demi menjamin kebutuhan vital itu tersedia.

Advertisement

"Di tengah kondisi seperti ini, kebutuhan oksigen medis sangat mendesak di daerah dengan tingkat pandemi tinggi," ujar Erick seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (13/7).

Terhitung sejak 4 Juli 2021, Krakatau Steel telah memberi bantuan sebanyak 3.854 tabung oksigen atau setara 33 ton oksigen. Perusahaan juga memberi bantuan pengisian oksigen sebanyak 800-1.000 tabung oksigen per hari. Secara akumulasi, perusahaan diperkirakan menyalurkan 250 ton oksigen per bulan.

Selain menyalurkan pasokan oksigen, perusahaan milik negara juga memberi bantuan ISO Tank untuk pengiriman oksigen. 

Erick juga mengimbau BUMN lain untuk layanan, terutama terkait pemulihan kesehatan rakyat, baik dalam bentuk pemberian vitamin, obat terapi, dan vaksin dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sebelumnya, Kementerian BUMN meminta sejumlah perusahaan pelat merah berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan obat-obatan bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Erick meminta BUMN sektor farmasi memastikan distribusi obat kepada masyarakat sudah memadai dengan harga wajar. Selain itu, BUMN strategis lain juga diminta aktif dalam penyediaan infrastruktur logistik.

Beberapa di antaranya adalah, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, Pertamina Group, termasuk di dalamnya PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, dan Pupuk Indonesia Group yang di dalamnya ada Petrokimia dan Pupuk Sriwijaya.

Pertamina Group, melalui PGN, mengalokasikan infrastruktur serta memperlancar alokasi dan distribusi oksigen ke lokasi-lokasi yang membutuhkan. Pupuk Indonesia Group bahkan sudah mengirimkan sebanyak 96,7 ton oksigen ke rumah sakit yang ada di Jakarta, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

"BUMN bergerak cepat di segala lini. Ini terutama untuk membantu ketersediaan oksigen. Beberapa perusahaan BUMN suda menyalurkan oksigen ke sejumlah wilayah yang membutuhkan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir lewat keterangan tertulis Selasa (6/7).

Erick mengatakan fokus BUMN adalah membantu penanganan pandemi. Hal itu dilakukan dengan fasilitas yang dimiliki perusahaan pelat merah, mulai dari material hingga jaringan distribusi. Dia optimistis langkah yang dilakukan perusahaan-milik negara dapat memenuhi kebutuhan di lapangan.

 

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait