Bisnis Retail dan Komisi Obligasi Dongkrak Laba Mandiri Sekuritas 201%

Mandiri Sekuritas didukung oleh pendapatan bisnis global bond dari Mandiri Securities Singapore yang meningkat 32% per 30 Juni 2021 dibanding periode yang sama pada 2020.
Image title
21 Juli 2021, 14:42
PT Mandiri Sekuritas mencatatkan laba bersih senilai Rp 94 miliar pada semester I-2021. Hal tersebut meningkat hingga 201% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 31,22 miliar.
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.
Direktur Investment Banking Mandiri Sekuritas Harold Tjiptadjaja (tengah) didampingi Plt Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silva Halim (kanan) dan Direktur Operasional dan keuangan Heru Handayanto (kiri) memaparkan kinerja perusahaan tahun 2020 di Menara Mandiri, Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Perusahaan perdagangan saham dan penjamin emisi, PT Mandiri Sekuritas mencatatkan laba bersih senilai Rp 94 miliar pada semester I-2021. Hal tersebut meningkat hingga 201% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 31,22 miliar.

Laba bersih tersebut naik signifikan, salah satunya terdorong oleh pendapatan usaha pada per 30 Juni 2021 yang tercatat sebesar Rp 465 miliar, meningkat 61% dibanding periode yang sama 2020 sekitar Rp 288,81 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Mandiri Sekuritas Silva Halim mengatakan, kinerja Mandiri Sekuritas dalam enam bulan ini terutama didorong oleh kemajuan bisnis retail yang pesat dan penerbitan obligasi global (global bond) melalui perusahaan anak  usaha, Mandiri Securities Pte. Ltd (Mandiri Securities Singapore).

"(Bisnis retail) masih mengikuti tren pertumbuhan di tahun 2020. Pada semester I-2021 ini, peningkatan bisnis retail masih signifikan," kata Silva dalam paparan kinerja secara virtual, Rabu (21/7).

Advertisement

Pendapatan bisnis di lini tersebut meningkat 189% yang dicapai di periode yang sama tahun 2020. Sementara, jumlah nasabah meningkat 73% per 30 Juni 2021 dibanding periode yang sama tahun 2020, dimana generasi milenial dan generasi Z totalnya tumbuh 91%.

Berdasarkan data Mandiri Sekuritas, transaksi yang dilakukan melalui layanan online pada semester I-2021 meningkat 235% secara tahunan. Tergambar juga dari transaksi harian yang meningkat 220% tahunan.

"Tren ini didukung oleh perubahan gaya hidup masyarakat dari tradisional ke digital selama pandemi Covid-19," kata Silva terkait dengan latar belakang kenaikan transaksi secara online.

Pertumbuhan investor retail ini dipengaruhi oleh kinerja pasar modal yang tangguh selama pandemi, besarnya likuiditas, dan berkurangnya mobilitas. Serta meningkatnya akses informasi dan edukasi melalui media digital yang lebih mudah mendorong naiknya inklusi keuangan.

Silva mengatakan, kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang enam bulan 2021 dinilai stabil di kisaran 6.000. Meski begitu, Mandiri Sekuritas masih memasang target IHSG di level 6.850 hingga akhir tahun ini.

Pasar obligasi juga tercatat rebound pada triwulan II-2021 seiring dengan penurunan yield surat utang negara (SUN). Silva menilai hal ini terjadi karena kembali masuknya investor asing ke pasar obligasi, setelah sempat terkoreksi di paruh pertama 2021.

Secara total imbal hasil, investasi di pasar obligasi pada triwulan II-2021 tumbuh sebesar 3,4%, menghapus imbal hasil negatif di triwulan I 2021 yang tercatat minus 2,4%.

"Sehingga secara year-to-date pasar obligasi mencatatkan kenaikan 1%, yang berarti melanjutkan tren kinerja yang baik,” kata Silva.

Pertumbuhan bisnis Mandiri Sekuritas didukung oleh pendapatan bisnis global bond dari Mandiri Securities Singapore yang meningkat 32% per 30 Juni 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020.

Per 30 Juni 2021, investment banking telah menyelesaikan sejumlah penjaminan obligasi rupiah antara lain: PT Aneka Gas Industri Tbk, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, dan PT Pegadaian (Persero).

Selain itu, terdapat tujuh penjaminan global bond, antara lain PT Golden Energy Mines Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Pertamina (Persero).

Selain itu, Mandiri Sekuritas juga berkontribusi pada dua penambahan modal melalui skema right issues, yaitu PT Summarecon Agung Tbk dan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. Serta, satu pencatatan saham baru alias IPO yaitu PT Archi Indonesia Tbk.

Silva mengatakan, untuk semester II-2021, Mandiri Sekuritas terus berfokus kepada pengembangan bisnis retail melalui inovasi layanan teknologi digital Mandiri Online Securities Trading (MOST).

Mandiri Sekuritas optimistis akan peluang pertumbuhan di semester II-2021 dengan didukung kerja keras dan inovasi dalam menghadirkan solusi keuangan pasar modal bagi para nasabah.

"Sehingga tercipta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan baik nasabah maupun kami,” ujar Silva.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait