Prioritaskan Anak Bungsu BCA Digital IPO, Bos BCA Ungkap Alasannya

BCA menilai investor menaruh minat yang besar untuk berinvestasi pada perusahaan yang bergerak di industri digital, termasuk Bank Digital BCA.
Image title
22 Juli 2021, 19:45
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana membawa anak usahanya, PT Bank Digital BCA, untuk melantai di bursa saham melalui skema penawaran saham perdana (IPO) dalam kurun satu sampai dua tahun ke depan.
Arief Kamaludin (Katadata)
PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana membawa anak usahanya, PT Bank Digital BCA, untuk melantai di bursa saham melalui skema penawaran saham perdana (IPO) dalam kurun satu sampai dua tahun ke depan.

Di antara banyak anak usahanya, kenapa bank milik Grup Djarum ini malah mendorong entitas usaha paling bungsu untuk go public?

Presiden Direktur Jahja Setiaatmadja menjelaskan, pada dasarnya basis IPO bukan berdasarkan keinginan perusahaan, melainkan minat investor. Menurut Jahja, saat ini investor menaruh minat yang besar untuk berinvestasi pada perusahaan yang bergerak di industri digital.

Jahja menilai banyak investor, baik investor individu maupun investor institusi, yang terbuai akan kehadiran bisnis digital. Pada akhirnya, mereka sangat ingin masuk ke perusahaan yang bergerak di sektor digital.

Advertisement

"Yang namanya digital ini seperti cacing kepanasan, semuanya cari digital. Jadi kami akan menjajaki (IPO BCA Digital)," kata Jahja dalam paparan kinerja, Kamis (22/7).

Meski begitu, Jahja tidak mau terburu-buru untuk membawa IPO BCA Digital. Pasalnya, faktor lain yang mendorong keinginan investor masuk adalah ukuran (size) perusahaan itu sendiri. Menurutnya, kalau perusahaan IPO terlalu kecil, investor akan pandang sebelah mata.

Dengan demikian, salah satu langkah untuk memperbesar BCA Digital dalam waktu satu sampai dua tahun sebelum IPO, yaitu suntikan modal tambahan dari BCA. Namun, Jahja enggan memberi gambaran lebih pasti terkait besaran dana dan waktu dari penambahan modal pada BCA Digital.

"Saya belum mau ngomong. Tapi pasti karena kalau mau IPO harus sizeable. Untuk sizeable perlu untuk tambahan modal. Tunggu tanggal mainnya," kata Jahja.

Alasan lain BCA tidak mau terburu-buru membawa IPO ialah karena saat ini masih melakukan banyak persiapan agar bisnisnya lebih matang. Dengan begitu, investor akan memiliki gambaran lebih lebih jelas dan juga fakta, bukan hanya menjual cerita.

Dengan demikian, BCA memilih untuk memantapkan terlebih dahulu bisnis BCA Digital. Kalau bisnisnya sudah baik, BCA akan membagi kepemilikan BCA Digital kepada investor dan masyarakat secara luas melalui skema IPO. "Tentu hal itu akan diperhitungkan. Jadi kami tidak terburu-buru," kata Jahja.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait