Integrasi Dimulai, Nasabah Bank Jago Bisa Transaksi di Aplikasi Gojek

Gojek dan Bank Jago mendeskripsikan integrasi aplikasi ini sebagai fase awal. Nantinya, akan ada integrasi dengan level layanan yang lebih tinggi.
Image title
Oleh Lavinda
22 Juli 2021, 21:53
gojek, Bank Jago, saham bank jago, bank digital, ipo Gojek, ipo goto, integrasi bank jago gojek, Gojek Indonesia
Katadata
PT Bank Jago Tbk. meluncurkan aplikasi perbankan digital yang dilengkapi sejumlah fitur berteknologi, Kamis (15/4).

Tujuh bulan setelah resmi menjadi perusahaan terafiliasi, bank digital PT Bank Jago Tbk dan decacorn penyedia layanan on-demand Gojek memulai tahap awal kolaborasi dan integrasi layanannya. Bentuknya adalah penyediaan metode pembayaran non-tunai Bank Jago di aplikasi Gojek.

Kini, nasabah bisa menggunakan kantong Jago sebagai sumber dana untuk bertransaksi di berbagai layanan pada aplikasi Gojek. Layanan yang dimaksud antara lain, layanan transportasi, pemesanan makanan, hingga pembayaran tagihan lain.

Chief Corporate Affairs Gojek Nila Marita mengatakan tahap awal integrasi dengan aplikasi Jago semakin melengkapi opsi pembayaran non-tunai yang tersedia di aplikasi Gojek. Nasabah Bank Jago semakin mudah bertransaksi tanpa perlu mengisi ulang saldo. Setiap transaksi akan langsung mendebet sumber dana di kantong Jago yang terhubung dengan aplikasi Gojek.

“Kemitraan ini akan terus menghadirkan inovasi dalam layanan keuangan digital. Salah satunya pembukaan akun Bank Jago yang akan bisa langsung dari aplikasi Gojek,” kata Nila dalam keterangan tertulis, Kamis (22/7).

Advertisement

Direktur Kepatuhan dan Sekretaris Perusahaan Bank Jago Tjit Siat Fun menyampaikan fase awal integrasi dua aplikasi ini akan memberi manfaat bagi nasabah dalam bertransaksi. Tak hanya menghemat waktu dan biaya isi ulang saldo, integrasi kantong Jago dengan aplikasi Gojek juga membuat nasabah mahir mengatur keuangannya.

Menurut dia, aplikasi Jago memungkinkan nasabah memiliki banyak tempat mengalokasikan dana yang berbeda, di antaranya untuk liburan, investasi, pendidikan dan belanja. Nasabah juga bisa membuat satu kantong khusus yang terhubung dengan Gojek, sehingga tidak bercampur aduk dengan sumber dana lain.

Gojek dan Jago mendeskripsikan integrasi aplikasi ini sebagai fase awal. Nantinya, akan ada integrasi dengan level layanan yang lebih tinggi.

Dia meyakini kolaborasi antara kedua pihak akan membuka akses layanan keuangan digital yang mudah kepada seluruh lapisan masyarakat, dan mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.

Pada 1992, Bank Jago memiliki nama awal PT Bank Artos Indonesia. Kemudian pada 2019, Bank Artos
memasuki era baru yang ditandai dengan masuknya PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia dan
Wealth Track Technology Limited sebagai pemegang saham pengendali baru dengan masing-masing kepemilikan 37,65% dan 13,35% saham.

Pada Desember tahun lalu, Gojek membeli 22% saham Bank Jago. Namun PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dan Wealth Track Technology (WTT) tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan total kepemilikan saham 51%.

Setelah Penawaran Umum Terbatas (PUT) tahap II, total kepemilikan MEI dan WTT menyusut menjadi 41,49%. Bank Jago juga kehadiran pemilik saham baru yakni, GIC Pte. dan GoTo Financial.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait