Donasi Covid-19, Regulator Bursa Ajak Investor Transaksi 9 Agustus

Image title
5 Agustus 2021, 17:18
Organisasi Regulator Mandiri atau Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia mengajak investor untuk bertransaksi sekaligus berdonasi untuk penanggulangan pandemi Covid-19 pada 9 Agustus mendatang.
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Sejumlah pelaku perbankan dan pasar modal mengikuti vaksinasi COVID-19 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Organisasi Regulator Mandiri atau Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia mengajak investor untuk bertransaksi sekaligus berdonasi pada 9 Agustus mendatang, demi menanggulangi pandemi Covid-19 di Tanah Air.

Anggota SRO antara lain, PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), 

Direktur KSEI sekaligus Ketua Panitia HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia, Syafruddin, mengatakan pendapatan dari seluruh transaksi SRO pada 9 Agustus akan disumbangkan untuk berbagai macam kegiatan sosial dalam rangka penanggulangan Covid-19.

Beberapa di antaranya, untuk sentra vaksinasi, dukungan program Gerakan Oksigen untuk Indonesia, dan bantuan perlengkapan kesehatan untuk RS Darurat Covid di Asrama Haji Jakarta. Selain itu, memberi santunan untuk ahli waris tenaga kesehatan yang meninggal, dan donor plasma konvalesen.

“SRO mengajak para investor untuk berpartisipasi dalam transaksi 9 Agustus, karena ini kesempatan berharga untuk memperbarui portofolio investasi sekaligus menolong sesama,” ujar Syafruddin dalam keterangan tertulis, Kamis (5/8).

Berdasarkan data KSEI, komposisi kepemilikan investor lokal per Juli 2021 tercatat 55% dengan nilai rerata transaksi harian saham sebesar Rp 13 triliun. Dari acuan data tersebut, Syafruddin memperkirakan target dana yang bisa terkumpul dari keuntungan transaksi pasar modal 9 Agustus mendatang mencapai sekitar Rp9 miliar.

“Dengan asumsi transaksi pada 9 Agustus adalah Rp17 triliun, ditambah dengan biaya jasa kustodian sentral hari itu sekitar Rp 1 miliar, maka perkiraan alokasi dana untuk kegiatan CSR adalah Rp 9 miliar,” ucapnya.

Syafruddin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan apresiasi dari regulator pasar modal kepada masyarakat. Hal ini sesuai dengan tema HUT Pasar Modal ke-44 yaitu 'Sinergi Pasar Modal Bagi Pemulihan Ekonomi.' Dia berharap kegiatan tersebut mendapatkan dukungan dari investor serta pelaku pasar modal.

“Artinya semakin banyak investor pasar modal yang bertransaksi, maka semakin besar dana yang dapat digunakan untuk membantu penanggulangan Covid-19,” ucapnya.

Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait