Terbesar ke-13 di BEI, Kapitalisasi Pasar Bukalapak Tembus Rp 109 T

Bukalapak nyaris masuk dalam jajaran emiten berkapitalisasi pasar besar, yakni di peringkat ke-13.
Image title
7 Agustus 2021, 06:10
Pada perdagangan perdananya di pasar modal, harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) naik 24,71% menjadi Rp 1.060 per saham.
ANTARA FOTO/FOTO/Audy Alwi
Director of Payment, Fintech, and Virtual Products Bukalapak Victor Lesmana (kiri), didampingi Head of Marketing Vidio Ade Muti Dilapanga (kanan) menyerahkan paket kepada pelanggan prioritas pada peluncuran program Gratis Ongkir dan Gratis Streaming Pembeli Prioritas Bukalapak, di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Pada perdagangan perdananya di pasar modal, harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) meroket 24,71% menjadi Rp 1.060 per saham. Akibat kenaikan tersebut, nilai kapitalisasi pasar (market cap) Bukalapak langsung tembus Rp 109 triliun.

Berdasarkan data RTI Infokom, total saham Bukalapak tercatat 103,06 miliar unit saham, sementara harga saham saat penawaran Rp 850 per saham. Dengan demikian, kapitalisasi pasar pada awal melantai di bursa Rp 87,6 triliun.

Dengan capaian tersebut, Bukalapak nyaris masuk dalam jajaran emiten berkapitalisasi pasar besar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia dan Stockbit yang diolah Katadata.co.id, Kapitalisasi pasar Bukalapak berada pada peringkat ke-13.

Emiten dengan nilai kapitalisasi pasar tertinggi adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai Rp 752 triliun. Lalu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 480 triliun. Kapitalisasi pasar PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 329 triliun.

Berikut ini, daftar 15 emiten dengan nilai kapitalisasi pasar paling besar di Bursa Efek Indonesia:

No Emiten Nilai kapitalisasi pasar
1 BBCA Rp 752 triliun
2 BBRI Rp 480 triliun
3 TLKM Rp 329 triliun
4 BMRI Rp 276 triliun
5 ARTO Rp 230 triliun
6 ASII Rp 200 triliun
7 UNVR Rp 169 triliun
8 TPIA Rp 167 triliun
9 EMTK Rp 159 triliun
10 DCII Rp 141 triliun
11 HMSP Rp 125 triliun
12 BRIS Rp 110 triliun
13 BUKA Rp 109 Triliun
14 BRPT Rp 105 triliun
15 CPIN Rp 101 triliun
Sumber: Statistik Bursa & Stockbit


Meski belum mampu tembus dalam 10 besar emiten berkapitalisasi pasar terbesar di bursa, Bukalapak memiliki potensi untuk menembusnya. Pasalnya beberapa analis pasar saham menilai ada potensi kenaikan harga saham lebih lanjut.

Senior Vice President PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menilai, investor menghargai potensi pasar e-commerce Indonesia yang sangat besar, salah satunya Bukalapak. Pasalnya, Bukalapak merupakan saham perdana berbasis teknologi dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar sepanjang sejarah, yakni mencapai Rp 86,7 triliun.

Bukalapak memang masih membukukan laba sebelum pajak (EBITDA) yang negatif. Namun, kerugian perusahaan diproyeksi akan menyusut dalam empat tahun terakhir. Terlebih, Bukalapak didukung oleh ekosistem yang inklusif.

"So (jadi) saya rasa, management team aware (tim manajemen memperhatikan) hal itu," kata Janson kepada Katadata.co.id, Jumat (6/8).

Dengan demikian, menurut Janson, saham Bukalapak direkomendasikan untuk dilakukan akumulasi beli meski harganya sudah naik 24,71% menjadi Rp 1.060 per saham pada perdagangan perdananya. Pasalnya, target harga saham Bukalapak bisa mencapai Rp 1.500 per saham.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menilai, prospek Bukalapak secara fundamental memang belum mendekati baik. Namun optimisme investor terhadap perkembangan dunia digital dan e-commerce, membuat saham startup ini diminati investor.

Terlebih, Bukalapak didukung oleh ekosistem yang terbentuk dari pemegang sahamnya yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan Grab Holdings Inc.

"Untuk mendapatkan efisiensi logistik, pembayaran, dan teknologi aplikasinya bakal menjadi nilai plus oleh investor," kata Lanjar kepada Katadata.co.id.

Lanjar pun merekomendasikan investor membeli saham Bukalapak dengan tujuan investasi. Target harga saham Bukalapak yang dipasang oleh Lanjar berada di level Rp 1.400 per saham.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait