Harga Saham Meroket 25%, Nilai Pasar Bukalapak Dua Hari Tambah Rp 49 T

Image title
9 Agustus 2021, 10:54
Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali naik signifikan 25% menjadi Rp 1.325 per saham pada hari kedua perdagangan, Senin (9/8).
Google Play Store
Ilustrasi platform Bukalapak

Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) kembali melesat 25% menjadi Rp 1.325 per saham pada hari kedua perdagangan, Senin (9/8). Berkat kenaikan itu, nilai kapitalisasi pasar (market cap) Bukalapak menembus Rp 136,56 triliun, dari level awal pencatatan Rp 87,6 triliun. Artinya, dalam dua hari perdagangan perdana, kapitalisasi pasar BUKA sudah bertambah Rp 49 triliun.

Kenaikan harga tersebut membuat perdagangan saham Bukalapak secara otomatis dibatasi agar tidak naik lebih besar lagi atau terkena auto rejection atas (ARA). Berdasarkan peraturan Bursa, harga saham di antara Rp 200 sampai Rp 5.000 bisa naik maksimal 25% dalam sehari.

Berdasarkan data RTI Infokom hingga pukul 09.35 WIB, saham unicorn pertama yang melantai di Bursa ini laku ditransaksikan dengan nilai transaksinya menyentuh Rp 373,6 miliar. Nilai tersebut menjadi yang tertinggi kedua pada hari ini, sejauh berita ini ditulis.

Nilai transaksi saham Bukalapak berasal dari volume saham yang ditransaksikan sebanyak 282 juta unit saham. Frekuensi transaksi dari saham ini mencapai 2.824 kali.

Nilai kapitalisasi pasar yang meroket menjadi Rp 136,56 triliun tersebut, membuat Bukalapak menggeser peringkat PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) yang punya kapitalisasi pasar Rp 125 triliun. Saat ini, nilai kapitalisasi pasar Bukalapak terbesar ke-11, di bawah PT DCI Indonesia Tbk (DCII) senilai Rp 141 triliun.

Saham Bukalapak pertama kami ditawarkan kepada publik senilai Rp 850 per saham. Artinya dalam dua hari perdagangan, saham Bukalapak naik sebanyak 475 poin per saham. Lalu, berapa kenaikan kekayaan pendiri Bukalapak dalam dua hari terakhir?

Berdasarkan prospektus initial public offering (IPO), Achmad Zaky Syaifudin memiliki sebanyak 4.452.515.674 unit saham atau setara 4,32%. Artinya, harta Zaky mampu naik hingga Rp 2,11 triliun hanya dalam dua hari perdagangan.

Pendiri Bukalapak lainnya, Muhamad Fajrin Rasyid memiliki 2.725.322.633 unit saham Bukalapak atau 2,64%. Karena harga saham Bukalapak dalam dua hari ini mengalami auto rejection atas, harta Direktur Telkom Indonesia tersebut mampu bertambah Rp 1,29 triliun.

Porsi kepemilikan pendiri Bukalapak lainnya, Nugroho Herucahyono memang lebih kecil, sebanyak 2.145.675.938 saham atau 2,08%. Namun, kekayaannya naik hingga Rp 1,01 triliun hanya dalam dua hari sejalan dengan kenaikan harga saham Bukalapak.

Nilai kapitalisasi dan harta pendiri Bukalapak bukan tidak mungkin kembali naik pada perdagangan selanjutnya. Pasalnya, beberapa analis pasar saham memprediksi harga saham Bukalapak kembali mengalami kenaikan.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menilai, prospek Bukalapak secara fundamental memang belum mendekati baik. Namun optimisme investor terhadap perkembangan dunia digital dan e-commerce, membuat saham startup ini diminati investor.

Terlebih, Bukalapak didukung oleh ekosistem yang terbentuk dari pemegang sahamnya yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan Grab Holdings Inc.

"Untuk mendapatkan efisiensi logistik, pembayaran, dan teknologi aplikasinya bakal menjadi nilai plus oleh investor," kata Lanjar kepada Katadata.co.id.

Lanjar pun merekomendasikan investor membeli saham Bukalapak dengan tujuan investasi. Target harga saham Bukalapak yang dipasang oleh Lanjar berada di level Rp 1.400 per saham.

Tim analis Nomura Sekuritas Indonesia yang terdiri dari Nicholas Santoso, Sandy Ham, dan Raymond Kosasih mengatakan, ada elemen 'takut ketinggalan' yang kuat dari investor terhadap saham ini. Hal itu mendorong euforia minat pada saham Bukalapak.

Ditambah lagi, faktor kebijakan yang ketat Pemerintah Tiongkok terhadap perusahaan teknologi baru-baru ini banyak investor mencari nama teknologi lain yang dapat diinvestasikan. "BUKA sebagai pilihan investasi yang logis," kata tim riset tersebut.

Bisnis Bukalapak juga dinilai prospektif karena didukung oleh ekosistem digital induknya, yaitu Emtek dan Grab. Sinerginya bisa meliputi efisiensi aktivitas logistik, pembayaran melalui dompet elektronik, dan inovasi teknologi.

Atas dasar tersebut, Nomura Sekuritas Indonesia juga merekomendasikan untuk beli pada saham Bukalapak. Tim riset tersebut memasang target harga pada saham Bukalapak di harga Rp 1.620 per saham.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait