Investor Ambil Untung dari Saham Bukalapak, Asing Lepas Rp 685 Miliar

Image title
9 Agustus 2021, 17:58
Bukalapak, Saham Bukalapak, IPO Bukalapak, Bursa Efek Indonesia
ANTARA FOTO/FOTO/Audy Alwi
Director of Payment, Fintech, and Virtual Products Bukalapak Victor Lesmana (kiri), didampingi Head of Marketing Vidio Ade Muti Dilapanga (kanan) menyerahkan paket kepada pelanggan prioritas pada peluncuran program Gratis Ongkir dan Gratis Streaming Pembeli Prioritas Bukalapak, di Jakarta, Kamis (23/1/2020).

Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) sempet meroket 25% menyentuh level Rp 1.325 pada pembukaan perdagangan Senin (9/8) pagi ini. Namun, pergerakan sahamnya mulai melandai memasuki sesi kedua dan ditutup di level Rp 1.110, menguat tipis 4,75% dari perdagangan sebelumnya.

Penurunan harga saham Bukalapak sejalan dengan aksi investor asing yang melepas saham perusahaan e-commerce tersebut. Investor asing tercatat menjual dengan nilai bersih Rp 685,02 miliar di seluruh pasar hanya pada hari ini.

SVP Research Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial mengatakan, investor mengambil untung pada saham Bukalapak setelah terjadi kenaikan sejak penawaran umum perdana. Bukalapak melantai dengan harga awal Rp 850 pada Jumat (6/8), hingga kemudian ditutup naik 24,71% ke level Rp 1.060.

"Profit taking (ambil untung) sektor teknologi karena keuntungannya sudah sangat signifikan dari saham BUKA," kata Janson kepada Katadata.co.id, Senin (9/8).

Janson mengatakan, harga saham Bukalapak yang mulai turun dibandingkan awal perdagangan hari ini, membuka peluang bagi para pelaku pasar saham untuk membeli di saat harganya melemah atau buy on weakness.

Bukalapak memang masih membukukan laba sebelum pajak (EBITDA) yang negatif. Namun, kerugian perusahaan diproyeksi akan menyusut dalam empat tahun terakhir. Terlebih, Bukalapak didukung oleh ekosistem yang inklusif.

"Size (ukuran) pasar e-commerce Indonesia sangat besar. Justru kesempatan beli saat melemah untuk saham bebasis teknologi," kata Janson.

Janson pun merekomendasikan saham Bukalapak untuk dilakukan akumulasi beli. Pasalnya, target harga saham Bukalapak bisa mencapai Rp 1.500 per saham.

Kepala Riset Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menilai, prospek Bukalapak secara fundamental memang belum mendekati baik. Namun optimisme investor terhadap perkembangan dunia digital dan e-commerce, membuat saham startup ini diminati investor.

Terlebih, Bukalapak didukung oleh ekosistem yang terbentuk dari pemegang sahamnya yaitu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) dan Grab Holdings Inc.

"Untuk mendapatkan efisiensi logistik, pembayaran, dan teknologi aplikasinya bakal menjadi nilai plus oleh investor," kata Lanjar kepada Katadata.co.id.

Lanjar pun merekomendasikan investor membeli saham Bukalapak dengan tujuan investasi. Target harga saham Bukalapak yang dipasang oleh Lanjar berada di level Rp 1.400 per saham.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait