Jokowi Minta Investor Pasar Modal Waspada Ekonomi Kuartal III 2021

Image title
10 Agustus 2021, 12:43
Jokowi, Bursa Efek Indonesia, Bursa, Saham, Pasar Modal
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kiri) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/7).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperingatkan investor pasar modal lebih waspada terhadap kondisi perekonomian Indonesia pada kuartal III 2021 yang lebih berat. Hal itu disampaikan pada acara Ulang Tahun Pasar Modal ke-44 yang jatuh hari ini, Selasa (10/8).

"Kita tetap harus waspada pada kuartal ketiga tahun 2021 ini, kondisi perekonomian lebih berat," kata Jokowi saat memberikan sambutan secara virtual.

Ia mengatakan, sejak awal Juli, varian virus corona delta membuat pemerintah terpaksa memperketat mobilitas masyarakat. Hal tersebut dilakukan demi mengurangi angka penularan Covid-19.

"Tentu saja (pembatasan mobilitas) berdampak pada ekonomi nasional. Hal ini yang harus diwaspadai, termasuk oleh pasar modal," ujar Jokowi.

Secara umum, Jokowi memahami beratnya tekanan pandemi Covid-19 terhadap para pelaku pasar modal. Menurutnya, hal ini memang ujian berat karena tetap harus mempertahankan geliat perekonomian.

Salah satu yang patut disyukuri adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2021 yang tumbuh 7,07% secara tahunan. Artinya, Indonesia lepas dari jeratan resesi ekonomi karena sejak triwulan I-2020, perekonomian Indonesia selalu negatif.

"Akhirnya kita bisa tumbuh lebih cepat lagi hingga keluar dari resesi," kata Jokowi.

Meski begitu, Jokowi yakin pasar modal Tanah Air memiliki peluang untuk tetap tumbuh, meski perekonomian masih belum stabil. Hal tersebut berkaca pada saat awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada tahun lalu.

Saat itu, pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Selama penerapan PSBB, nilai transaksi harian di bursa meningkat menjadi Rp 8 triliun. Sementara itu, setelah PSBB berakhir, nilai transaksi harian bahkan meningkat menjadi Rp 13,1 triliun.

Untuk itu, momentum peningkatan aktivitas pasar modal harus dijaga demi kepercayaan pelaku pasar. Kepala Negara juga meminta otoritas bursa mempercepat digitalisasi di pasar modal, dan memperbaiki produktivitas dan kualitas pelayanan.

Selain itu, Jokowi berpesan, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas dan transparan. "Ekosistem perekonomian nasional harus sama-sama kita perbaiki," kata orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Advertisement

Jokowi pun mengapresiasi kenaikan jumlah investor pasar modal selama pandemi Covid-19. Tercatat hingga Juli 2021, jumlah investor pasar modal meningkat 50% secara tahunan. Jumlah saat ini, naik lebih dari 4 kali lipat sejak 2017 lalu.

Ia mengaku sangat senang dengan peningkatan jumlah investor apalagi kenaikan tersebut didominasi oleh investor domestik dan kaum milenial. "Kenaikan jumlah investor ini akan berkontribusi untuk menahan tekanan pasar," kata Jokowi.

Adapun, di tengah pandemi, jumlah perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) di bursa pun tidak surut. Sampai Juli 2021, tercatat sudah ada 27 IPO baru, tertinggi di Asia Tenggara.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait