Langkah Indofood Usai Hapus Cheetos, Lay's, dan Doritos, Ubah Merek?

Melalui unggahan terbaru di laman Instagram, Direktur Indofood CBP Axton Salim mulai membocorkan merek pengganti Doritos, yaitu Maxicorn.
Image title
31 Agustus 2021, 11:43
Indofood
Facebook/CheetosIndonesia
Cheetos akan berhenti diproduksi di Indonesia mulai Agustus 2021 bersama dua produk makanan ringan PepsiCo lainnya yang dilisensikan kepada PT Indofood Fritolay Makmur, yakni Doritos dan Lay\'s.

Produk makanan ringan Cheetos, Lay's, dan Doritos sudah tidak bisa dipasarkan lagi di Indonesia. Hal ini terjadi karena adanya pecah kongsi antara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dengan PespiCo selaku pemilik merek produk makan tersebut.

Lalu bagaimana langkah lanjutan yang akan diambil Grup Indofood untuk tetap mempertahankan kinerja penjualan

Komisaris Utama Indofood CBP Franciscus Welirang mengatakan, merek-merek makanan ringan tersebut akan dilanjutkan dengan merek milik Grup Indofood. "Sejak saham perusahan patungan Pepsi diambil oleh Indofood CBP, maka akan memang dilanjutkan oleh merek atau brand milik Indofood semula, mungkin," katanya kepada Katadata.co.id, Selasa (31/8).

Sempat beredar kabar merek Cheetos diganti menjadi Chiki Twist, sementara Lay's diganti menjadi Chitato Lite, dan Doritos diganti menjadi Maxicorn. Ketika ditanyakan, Franciscus mengatakan tidak mengetahui detail strategi penjualan produk tersebut.

Advertisement

Melalui unggahan terbaru di laman Instagram, Direktur Indofood CBP Axton Salim mulai membocorkan merek pengganti Doritos, yaitu Maxicorn. Dalam unggahan tersebut, Axton tengah menikmati makanan ringan bermerek Maxicorn, meski dia tidak membahas sama sekali soal makanan ringan tersebut.

Sementara dalam unggahan terbaru akun Instagram resmi Chiki Indonesia, merek-merek pengganti dari Cheetos, Lay's, dan Doritos sudah ada dalam katalog dan disandingkan dengan merek-merek makanan ringan Indofood lainnya, seperti Qtela dan Jet Z.

Pecah kongsi ini bermula dari langkah Indofood CBP yang membeli 49% saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFM) yang dimiliki Fritolay Netherlands Holding B.V., afiliasi PepsiCo Inc pada 17 Februari 2021. Karena Fritolay Netherlands sudah tak memiliki saham IFM, berdasarkan perjanjian, produk-produk Pepsi pun undur diri dari pasar Indonesia.

Sekretaris Perusahaan ICBP Gideon A. Putro mengatakan, dengan dilakukannya transaksi bernilai Rp 494 miliar yang didanai dari kas internal itu, kepemilikan saham ICBP dalam IFL menjadi bertambah dari semula 51% menjadi 99,99% dari total seluruh saham yang diterbitkan oleh IFL.

Oleh karena adanya transaksi pembelian saham tersebut, IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo. Artinya, produksi dan penjualan produk bermerek Pepsi pun dihentikan mulai Agustus 2021.

"(Persiapan penghentian produksi dan penjualan produk) harus sudah diselesaikan dalam waktu 6 bulan dari sejak tanggal dilakukan transaksi," kata Gideon dalam keterbukaan informasi yang diunggah Rabu (17/2).

Fritolay Netherlands, PepsiCo, atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama 3 tahun dari sejak berakhirnya masa transisi.

Gideon mengatakan, Fritolay Netherlands, PepsiCo, atau pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama 3 tahun dari sejak berakhirnya masa transisi.

Ada beberapa merek Pepsi yang diproduksi dan dipasarkan di Tanah Air. Selain minuman soda merek Pepsi, makanan ringan Lay's, Doritos, dan Cheetos masuk dalam portofolio produk milik Pepsi. Sehingga, produk-produk ini tidak akan diproduksi dan dijajakan lagi di Indonesia setidaknya hingga Agustus 2024.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait