Pendapatan Lesu, Laba Bersih WIKA Semester I Merosot 58%

Hingga Juli 2021, WIKA memperoleh kontrak baru sebesar Rp 11,96 triliun, naik 168% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Image title
Oleh Lavinda
1 September 2021, 10:35
WIKA, Wijaya Karya, BUMN
ANTARA FOTO/Aji Styawan/hp.
Foto udara proyek pembangunan Jalan Tol Semarang - Demak seksi II di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (13/4/2021). Proyek dikerjakan oleh PT PP - WIKA.

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk membukukan laba bersih Rp 136,09 miliar sepanjang semester I 2021 atau merosot 58% dari periode sama tahun lalu Rp 324,74 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan, emiten berkode saham WIKA itu mengantongi pendapatan bersih sebesar Rp 6,76 triliun atau menurun 5,1% dari raihan enam bulan pertama 2020 sebesar Rp 7,13 triliun. Seiring penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan ikut menyusut 3,7% menjadi Rp 6,22 triliun dari semula Rp 6,46 triliun.

"Kontribusi terbesar dari pendapatan perusahaan berasal dari sektor infrastruktur dan gedung. Kemudian diikuti secara berturut-turut oleh sektor energi dan industri," ujar Direktur Utama Perseroan Agung Budi Waskito dalam keterangan tertulis, Rabu (1/9).

Alhasil, laba kotor tercatat Rp 546,62 miliar turun 18,4% dari sebelumnya Rp 670,01 miliar. Di sisi lain, beban usaha tergerus 91% menjadi Rp 35,67 miliar dari sebelumnya Rp 415,03 miliar. Namun, penyusutan beban usaha tak mengerek kinerja laba usaha yang akhirnya anjlok 49,3% menjadi Rp 582,3 miliar.

Advertisement

Adapun, total aset perusahaan menyusut dari semula Rp 68,1 triliun menjadi Rp 62,59 triliun. Di sisi lain, total liabilitas berada pada posisi Rp 45,8 triliun dari semula Rp 51,45 triliun. Sementara itu, total ekuitas menyusut menjadi Rp 62,59 triliun dari sebelumnya Rp 68,10 triliun.

Agung mengatakan kondisi kas dan setara kas perusahaan menunjukkan catatan yang baik, dengan rasio gross gearing dan net gearing masing-masing sebesar 1,58 kali dan 1,13 kali.

"Hal itu menunjukkan WIKA sangat sehat secara keuangan dan masih memiliki ruang yang cukup untuk berpartisipasi pada proyek-proyek infrastruktur strategis pemerintah," ujarnya.

Hingga Juli 2021, WIKA memperoleh kontrak baru sebesar Rp 11,96 triliun, naik 168% dibanding periode yang sama tahun lalu. Capaian ini kemudian menambah order book menjadi Rp 78,57 triliun.

“Catatan ini semakin membangun keyakinan kami untuk dapat terus bertahan melalui pandemi ini dan kembali bangkit menghasilkan kinerja terbaiknya,” kata Agung.

Sepanjang semester I 2021, perusahaan telah penyelesaian sejumlah proyek, antara lain: Bendungan Kuningan, Bendungan Bendo serta Jalan Tol Serang – Panimbang Seksi I. Proyek-proyek tersebut dijadwalkan untuk selesai dan diresmikan pada semester II 2021.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait