BEI Targetkan Rerata Nilai Transaksi Harian Rp 13,5 Triliun pada 2022

Berdasarkan statistik BEI, rata-rata nilai transaksi harian sepanjang 2020 hanya Rp 9,21 triliun. Rata-rata volume transaksi 11,37 miliar unit saham, dengan rata-rata frekuensi harian 677 ribu.
Image title
14 September 2021, 17:42
Bursa, Bursa Efek Indonesia, BEI
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Sejumlah pelaku perbankan dan pasar modal mengikuti vaksinasi COVID-19 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (31/3/2021).

Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memasang target rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) untuk 2022 senilai Rp 13,5 triliun. Target tersebut, lebih besar dibandingkan target RNTH pada 2021 ini Rp 12 triliun.

"Tahun depan target (RNTH) Rp 13,5 triliun," kata Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo kepada awak media, Selasa (14/9).

Berdasarkan data statistik BEI sejak awal tahun hingga penutupan perdagangan Selasa (14/9), rata-rata nilai transaksi harian telah mencapai Rp 13,07 triliun. Nilai itu sudah berada di atas target RNTH tahun penuh 2021.

Rata-rata volume transaksi harian di BEI per 14 September 2021 tercatat mencapai 19,27 miliar unit saham. Sementara itu, rata-rata frekuensi harian mencapai 1,26 juta.

Advertisement

Aktivitas di pasar modal, sejauh ini tercatat lebih aktif dibandingkan sepanjang 2020. Berdasarkan statistik BEI, rata-rata nilai transaksi harian sepanjang 2020 hanya Rp 9,21 triliun. Rata-rata volume transaksi sebanyak 11,37 miliar unit saham. Dengan rata-rata frekuensi harian 677 ribu kali.

Penyokong terbesar nilai transaksi yang tinggi sepanjang tahun ini adalah investor ritel. "Terima kasih buat partisipasi investor ritel yang kuat di 2021 ini, yang menyumbang 60% dari nilai transaksi BEI pada Januari-Agustus 2021," kata Laksono.

Seperti diketahui, berdasarkan statistik pasar modal yang diterbitkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor di pasar modal memang mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga Agustus 2021, jumlah nomor identitas tunggal atau single investor identification (SID) investor pasar modal mencapai 6,1 juta. Jumlah ini naik hingga 57,2% dibandingkan akhir 2020 sebanyak 3,88 juta. Khusus investor saham, jumlahnya 2,69 juta atau naik 59,14% dari 1,69 juta.

Secara demografi, mayoritas investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun yaitu sebanyak 58,82% dengan total aset Rp 37,92 triliun. Nilai aset paling besar berasal dari investor berusia di atas 60 tahun yaitu Rp 436,15 triliun. Padahal, jumlah investor usia tersebut hanya 3,23% saja.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait