Rhenald Kasali Ungkap Enam Transformasi Perbankan karena Digitalisasi

Teknologi digital bisa membuat nasabah perbankan bisa menjadi lebih gesit, jasanya menjadi lebih murah, dan bisa melakukan transaksi tanpa harus tatap muka.
Image title
17 September 2021, 15:07
Perbankan
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Guru Besar Ilmu Manajemen FEB-UI Rhenald Kasali.

Teknologi digital memaksa seluruh sektor industri untuk melakukan transformasi pada bisnisnya, termasuk bisnis perbankan. Apa saja yang berubah dari kehadiran teknologi digital?

Guru Besar Ilmu Manajemen FEB-UI Rhenald Kasali mengatakan, transformasi digital paling mudah terjadi pada uang dan proses transaksi. Dulu masyarakat mengenal istilah uang giral dan uang kartal.

"Sekarang ada uang digital. Jadi uang tiba-tiba hanya berubah menjadi sebuah hanya pencatatan. Orang suka gelisah kalau uangnya berubah," katanya dalam webinar, Jumat (17/9).

Menurutnya, ada sejumlah perubahan yang terjadi pada industri keuangan dengan adanya teknologi digital. Pertama, teknologi digital bisa membuat nasabah bisa menjadi lebih gesit, jasanya menjadi lebih murah, dan bisa melakukan transaksi tanpa harus tatap muka atau contactless.

Perubahan kedua yang terasa oleh industri jasa keuangan adalah semua aktor perbankan punya rekan baru, yaitu pemain-pemain yang non-banking. "Dulu kalau kami analisis, siapa yang menjadi partner (rekan) ya pemain-pemain perbankan atau teknologi perbankan," kata Rhenald.

Namun, saat ini muncul pemain-pemain di sektor non-bank. Seperti sektor telekomunikasi yang menjadi pendukung transformasi digital di perbankan. Begitu juga mitra dari perusahaan perdagangan elektronik marketplace yang menjadi mesin perputaran uang untuk perbankan melalui transaksi dan kredit.

Perubahan selanjutnya yang terjadi setelah adanya teknologi digital adalah gelombang besar (massive influx) kedatangan nasabah bank. Banyak nasabah yang menjadi layakmemperoleh pembiayaan atau bankable, padahal sebelumnya tidak memiliki data lokasi yang terjangkau, susah dijangkau, market terlalu ke bawah, sangat informal.

"Namun sekarang bisa jadi nasabah perbankan karena muncul teknologi yang bisa menjangkau mereka di daerah terpencil tidak harus datang, verifikasi cepat," katanya.

Perubahan keempat adalah automasi. Hal ini membuat banyak sekali kantor cabang perbankan sekarang mulai sepi kemudian bank juga mulai melakukan rasionalisasi, penyesuaian.

Kelima, bisnisnya tidak terikat ruang dan waktu. karyawan perbankan memang punya batas jam kerja, tapi di atas jam kerja mesin bekerja terus 24 jam. Keluhan pelanggan dijawab dengan otomatisasi menggunakan kecerdasan buatan.

Perubahan terakhir yaitu mulai digunakannya analisis data. Banyak data yang digunakan oleh industri perbankan dalam mempertimbangkan jalannya bisnis. Seperti penggunaan data GPS pergerakan orang dari satu BTS ke BTS lain.

Begitu juga data lainnya, seperti data yang tercatat dalam jam pintar terkait tingkat kesehatan penggunanya. "Ini perubahan yang sangat distratif, bukan perubahan yang kecil-kecil, tapi revolusioner," kata Rhenald.

Reporter: Ihya Ulum Aldin
Editor: Lavinda
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait